SINARPAGINEWS.COM, REJANG LEBONG – Mendengar berita ada pasar murah sembako yang akan di gelar Polres Rejang Lebong di GOR Curup, Yuni, 43, warga Kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong terasa sulit tidur. Dia khawatir jika terlambat datang ke lokasi sembako murah yang dijual oleh Polres Rejang Lebong melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) itu akan ludes diserbu warga. Agar tak kehabisan, Yuni ibu dua anak yang sehari hari sebagai ibu rumah tangga ini, pukul 08.00 WIB Kamis, 14 Agustus 2025 sudah nongkrong di Gedung Olahraga (GOR) Curup di Jalan M.H Thamrin Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Curup Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.
Di dalam kantongnya sudah ia siapkan uang Rp 100.000,- untuk belanja kebutuhan pokok di pasar murah itu.
” Saya dapat kabar ada pasar murah dari Polres. Ya saya mau beli beras sekampil sama minyak makan. Adalah bawak duit Rp 100 ribu. Mudah mudahan dapat,” imbuh Yuni.
Bak pantun bersahut begitu pasar murah di buka. Yuni bergegas mendekati sembako yang dijual.
Mau beli apa buk? Tanya petugas dari Polres Rejang Lebong yang melayani pembeli sembako di pasar murah itu.
” Nah ini buk..beras Rp 60.000 perkampil, minyakita Rp 15.000 perliter buk! ujar petugas tadi.
Sambil merogoh kocek Yuni pun langsung membeli 1 kampil beras SPHP, 1 liter minyakita, 1 kilogram bawang merah. Usai belanja Yuni pun beranjak pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 1 kilo meter dari lokasi pasar murah tersebut.
” Alhamdulilah pak dapat beli beras murah. Masih Ado siso duit Rp 100.000 tadi. Sangat membantu nian, Terimokasih pak Kapolres, ” ujar Yuni sambil berjalan pulang ke rumahnya.

Yuni Warga Kelurahan Talang Benih Curup Saat Berbelanja di Pasar Murah Gelaran Polres Rejang Lebong
(Foto Ishak /SPN)
Hampir senada dengan Yuni, Endang , 46 warga Kelurahan Air Putih Lama Curup, yang sehari hari berprofesi sebagai tukang ojek bersama istrinya juga sudah nongkrong di pasar murah. Dari atas motor bebek tunggangannya itu Endang sudah menyiapkan uang untuk berbelanja.” Yo Sayo dapat informasi dari kawan ado pasar murah depan GOR. Sayo ke sini ado nian,” kata Endang didampingi istri tercinta.
Endang mengaku di pasar murah dia membeli terigu, bawang merah, bawang putih hingga minyakita. ” Sangat membantu. Kondisi serba mahal ini memang la pas nian diadokan pasar murah. Salam samo pak Kapolres kalau perlu terus diadokan pasar murah ini,” saran Endang.
Sebagai tukang ojek kata Endang penghasilan sehari hari tidak menentu. Namun untuk menutupi kebutuhan dapur bisa diatasi dari hasil ngojek. ” Kalau ada pasar murah yo hasil ngojek sehari cukup untuk belanja dapur. Kalau masih ada sisa bisa nabung untuk nyekolah anak,” demikian Endang yang sudah 5 tahun lebih jadi tukang ojek di Curup.

Endang Warga Kelurahan Air Putih Lama Curup Usai Berbelanja di Pasar Murah (Foto Ishak /SPN)
Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir, S.Ik mengatakan kick off Gerakan Pasar Murah serentak se Indonesia.” Kita bekerjasama dengan Perum Bulog melalui GPM menggelar pasar murah. Tujuannys untuk menstabilkan harga pangan serta persediannya. Di sini kita jual sembako seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyakita, terigu, gula pasir, bawang merah, bawang putih. Harga nya sangat terjangkau. Itu beras SPHP kita jual Rp 60.000 perkampil, ini bentuk kita membantu rakyat mendapat sembako murah,” kata Kapolres.
Kegiatan GPM ini kata Kapolres akan terus dilanjutkan ke Polsek jajaran. Soalnya melalui kegiatan ini dapat dipantau dimana harga harga sembako tinggi serta persediannya kurang akan diadakan pasar murah. ” Kita adakan di setiap Polsek. Jika nanti memungkinkan di Kecamatan. Kita koordinasi dulu dengan pihak kecamatan,” ujar Kapolres.
Selain menyediakan stok pangan murah lanjut Kapolres pihaknya juga memantau persedian sembako agar tak ada penimbunan. ” Sampai saat ini belum ada info penimbunan,” demikian Kapolres Florentus Situngkir didampingi Kasi Humas Polres Rejang Lebong AKP Sinar Simanjuntak.
Pasar murah gelaran Polres tak berlangsung lama. Tak sampai setengah hari sembako yang dijual ludes dibeli warga. ” La habis. Kito la lambat ko,” celetuk salah satu warga yang baru tiba di lokasi tapi pasar sudah tutup. Gerakan Pangan Murah melalui pasar murah Polres bekerjasama dengan Perum Bolog hanya berlangsung sehari di GOR Curup.

Kapolres AKBP Florentus Situngkir, S.Ik di dampingi istri Sedang menyaksikan pembeli sembako di pasar murah
Pedagang Pasar Atas Mengeluh (Foto Ishak /SPN)
Sementara itu dampak dari pasar murah gelaran Polres dirasakan oleh pedagang Pasar Atas Curup. Kendati pasar murah hanya berlangsung sehari, namun penjualan pedagang Pasar Atas cukup sepi. ” Kami jual beras SPHP Rp 65.000 perkampil. Di pasar murah Rp 60.000,-. Yo banyak orang belanjo ke situ lah,” kata Eva pedagang beras Pasar Atas.
Agar beras SPHP tetap laku. Eva terpaksa menurunkan harga. Awalnya dijual Rp 65.000 perkampil kini dijual Rp 62.000. ” itu jugo paling laku sekampil 2 kampil sehari,” ujar Eva.
Memang dengan adanya beras SPHP pembeli sangat terbantu. Sebab beras IR atau Talang Bening harganya cukup tinggi. ” Kita jual beras IR Rp 250.000 perkaleng, sepi kini,” ungkap Eva.
Ke depan Eva berharap pasar murah tidak diadakan tiap hari. Soalnya kalau tiap hari tentu toko berasnya makin sepi pembeli. ” Ada nian pengaruhnya terhadap jualan beras kami, tandas Eva sembari menambahkan di pasar murah selain beras juga ada bahan dapur yang dijual.
Beberapa harga bahan dapur yang dijual di pasar murah memang cukup membantu ibu ibu. Seperti bawang merah di Pasar Atas mencapai Rp 57.000 perkilo. Sementara di pasar gelaran Polres hanya Rp 50.000 perkilo. Begitu juga bawang putih di pasar murah Rp 28.000 perkilo. Sedangkan di Pasar Atas Rp 35.000 perkilo. ” Minyakita Rp 17.000 perliter. Tuh di depan GOR cuma Rp 15.000 perliter. Memang sedikit murah ya,” ujar ibu Ema, warga Kelurahan Pasar Tengah Curup.
Bulog Sinergi dengan Polres
Sementara itu mendukung langkah Polri mempercepat penyaluran beras SPHP. Perum Bulog Rejang Lebong terus bersinergi dengan Polres Rejang Lebong melalui Gerakan Pangan Murah mengadakan pasar murah. Pasar murah ini diadakan di setiap Polsek dan tempat strategis di kecamatan. Di pasar murah Polsek juga menjual beras SPHP dan kebutuhan dapur.
” Kita mendukung istruksi Kapolri untuk mempercepat penyaluran beras SPHP melalui GPM Polres,” kata Asman Operasional Perum Bulog Rejang Lebong Vantho Yudistira.
Demi mendukung kegiatan GPM Polres kata Vantho pihaknya siap menyuplai apa yang dibutuhkan Polres. ” Sudah 10 ton beras SPHP disalurkan. Selain itu ada juga 48 duz minyakita. ” Sampai kini GPM Polres masih berjalan. Harapan kita persedian beras yang cukup sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan beras dengan harga murah. Kini stok beras SPHP masih tersedia sekitar 1000 ton lagi,” tandas Vantho.
Misalkan persedian sembako menipis di Bulog kata Vantho pihaknya meminjam sembako dengan mitra Bulog. ” Persedian minyakita sedikit, ya kita pinjam dengan mitra. Nanti persedian kita ada ya kita kembalikan. Pastinya kita berharap harga yang dijual tak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) dari Bulog,” demikian Vantho Yudistira. (Ish)






