SINARPAGINEWS.COM, GARUT – Direktur Garut Indeks Perubahan Strategis (GIPS), Ade Sudrajat, angkat bicara menanggapi pemberitaan Warta Bela Negara (26 Agustus 2025) terkait dugaan keterlibatan seorang Kepala Bidang (Kabid) di Dinas PUPR Garut dalam pengaturan proyek.
Menurut Ade, isu ini tidak bisa dianggap sekadar kesalahan oknum, tetapi juga menunjukkan lemahnya kepemimpinan Kepala Dinas (Kadis) PUPR yang seolah membiarkan praktik konflik kepentingan tumbuh subur.
1. Kadis PUPR Tak Boleh Cuci Tangan
“Jika ada Kabid yang ikut bermain proyek, maka itu bukti bahwa Kepala Dinas PUPR gagal menjalankan fungsi pengawasan internal. Kadis tidak boleh cuci tangan. Justru dialah yang harus bertanggung jawab penuh, karena pengendalian dan disiplin birokrasi ada di tangannya,” tegas Ade Sudrajat.
2. Bahaya Praktik Rente dan Permainan Proyek
Ade menilai, keterlibatan pejabat struktural dalam proyek sangat berbahaya karena membuka ruang bagi praktik rente dan korupsi berjamaah.
“Kalau Kabid bisa seenaknya ikut cawe-cawe, artinya ada sistem yang rusak di tubuh PUPR. Kadis harus menjelaskan kepada publik: apakah ia benar-benar mengendalikan jajarannya, atau justru membiarkan permainan ini berjalan demi kepentingan tertentu,” kritiknya.
3. Desakan Tegas kepada Kadis dan Bupati
GIPS mendesak Kepala Dinas PUPR untuk segera membuka fakta, menindak bawahannya yang bermasalah, dan tidak lagi berlindung di balik alasan birokrasi.
“Kami juga mendesak Bupati dan Wakil Bupati Garut untuk mengevaluasi kinerja Kadis PUPR. Kalau terbukti membiarkan, maka sudah sepatutnya Bupati mencopot Kadis tersebut. Jangan sampai birokrasi dipakai jadi lahan tawar-menawar politik dan bisnis,” ujar Ade.
4. Peran Media dan Publik Mengawal Transparansi
Ade menekankan bahwa media dan masyarakat sipil tidak boleh berhenti pada dugaan semata, tetapi harus menuntut klarifikasi resmi dari Kadis PUPR.
“GIPS akan terus mengawal persoalan ini. Kami ingin memastikan agar tidak ada lagi pejabat PUPR yang menjadikan jabatan sebagai ladang bisnis pribadi. Kepala Dinas harus tampil di depan, transparan, dan tidak melindungi oknum,” pungkasnya.






