Terima Audiensi FKRW, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan P2RW Program Efektif Tingkatkan Partisipasi Warga

SINARPAGINEWS.COM KOTA SUKABUMI- Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) se-Kota Sukabumi menyuarakan Aspirasinya, mereka meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi untuk turut mengawal eksekutif agar tidak menghapuskan Program Peningkatan Peran Rukun Warga (P2RW).

Aspirasi itu disampaikan sejumlah ketua RW di Kota Sukabumi saat beraudiensi dengan DPRD Kota Sukabumi, Jumat, 22 Agustus 2025.

Ketua DPRD Kota Suka­bumi Wawan Juanda me­ngatakan, sejak awal pembahasan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), pihaknya telah meng­upayakan, Bahkan jauh sebelum aspirasi tersebut disampaikan, DPRD sudah me­nyuarakan dan membahasnya dalam RPJMD agar program P2RW diterus­kan.

”Wali Kota juga sudah menyetujui untuk mengalihkan program yang sebelumnya padat kar­ya kembali menjadi P2RW dengan anggaran senilai Rp 25 juta per RW,” jelas Wawan Juanda.

Lanjutnya lagi, P2RW me­rupakan program yang ter­bukti efektif dalam me­ningkatkan partisipasi warga dan memperkuat pembangunan berbasis komunitas di tingkat RW.

Oleh sebabnya, DPRD menolak rencana penghapusan program tersebut, bahkan kedepannya, DPRD men­dorong adanya penguat­an ang­garan P2RW.

”Program ini sempat akan dihilangkan. Namun, DPRD me­nolak itu, sebab manfaatnya sangat dirasakan masya­rakat, bahkan ke depan akan kami upayakan bisa me­ningkat sampai Rp 30 juta per RW,” imbuhnya.

Sebelumnya, ratusan ke­tua RW sempat bereaksi atas wacana penghapus­an P2RW oleh Wali Kota, yang rencananya, akan dialihkan dengan program padat karya.

Hal itu juga diutarakan Salah seorang perwakilan ketua RW, Mauly Fahlevi Prawira, dirinya menegaskan, langkah Pem­kot Sukabumi menghilang­kan anggaran P2RW merupakan kemunduran de­mok­rasi.

Menurutnya P2RW merupakan program bermanfaat dan dapat dinikmati masyarakat secara langsung, selain itu P2RW juga secara langsung melibat­kan partisipasi elemen ma­sya­rakat terbawah dari ting­kat RT, RW, dan kelurahan.

“P2RW harus tetap ada,namun apabila Wali Kota akan menja­lan­kan program padat karya, silakan, tetapi jangan hilang­kan P2RW. Dimana program yang sudah baik memang seharusnya dipertahankan, bukan dihilangkan, dan kami semua, 356 RW se-Kota Suka­bumi sepakat mempertahan­kan P2RW,” tegasnya. (Deni Silalahi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *