Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Tanggal 22 Oktober 2025 bukan sekadar hari peringatan — ia adalah cermin sejarah dan semangat perjuangan. Hari Santri mengingatkan kita pada tekad para ulama dan santri yang bangkit menegakkan kemerdekaan dengan senjata ilmu, dzikir, dan cinta tanah air.
Santri adalah simbol kedisiplinan, keikhlasan, dan kesetiaan kepada nilai-nilai Islam yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
Sebagaimana Rasulullah menjadi uswatun hasanah — teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan — maka santri sejati adalah mereka yang menjadikan akhlak Nabi sebagai cahaya dalam berpikir, berjuang, dan melayani umat.
Rasulullah ﷺ menanamkan tiga pilar yang menjadi napas santri:
1. Ilmu sebagai cahaya untuk membedakan hak dan batil.
2. Amal sebagai bukti dari iman yang hidup.
3. Akhlak sebagai mahkota, tanda keagungan seorang hamba.
Santri bukan sekadar identitas, melainkan jalan hidup: hidup sederhana, berpikir luas, dan berbuat untuk kemaslahatan.
Dalam diri santri, tersimpan kekuatan moral yang menjadi benteng bangsa di tengah gelombang zaman.
Saya, Dede Kusdinar, mengajak seluruh santri di Jawa Barat dan Indonesia untuk terus menjaga api keikhlasan, memperkuat ukhuwah, serta menjadi pelopor perubahan yang berakhlak dan berilmu.
Mari kita jadikan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025 ini sebagai momentum meneladani Rasulullah ﷺ dalam kerja nyata — membangun bangsa dengan semangat iman, ilmu, dan amal saleh.
Selamat Hari Santri Nasional 2025!
“Santri Berdaya, Indonesia Berjaya; Meneladani Akhlak Nabi, Membangun Negeri dengan Hati.”
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Dede Kusdinar
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat
Fraksi Partai Gerindra






