Update Polri: 965 Orang Meninggal Akibat Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA  — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merilis pembaruan data penanganan bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Hingga Senin (8/12/2025) pukul 17.00 WIB, bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrem di tiga provinsi tersebut tercatat telah merenggut 965 korban jiwa, menjadikannya salah satu rangkaian bencana terbesar sepanjang 2025.

Dalam keterangan resminya, Polri menyampaikan bahwa selain korban meninggal dunia, ribuan warga lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Jutaan penduduk terdampak terpaksa mengungsi akibat rumah dan fasilitas umum yang rusak berat maupun hanyut diterjang banjir serta longsor.

Polri menjelaskan, Aceh menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan, terutama di sejumlah kabupaten pesisir dan daerah pegunungan yang rawan longsor. Curah hujan ekstrem selama beberapa hari memicu banjir bandang yang merusak permukiman, infrastruktur jalan, serta jembatan penghubung antarwilayah. Sementara itu, di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, longsor di kawasan perbukitan serta banjir besar di daerah aliran sungai menyebabkan banyak desa terisolasi.

Sebagai bentuk tanggap darurat, Polri mengerahkan ribuan personel gabungan dari satuan Sabhara, Brimob, dan Polairud untuk membantu proses evakuasi, pencarian korban, serta pengamanan wilayah terdampak. Helikopter Polri juga dikerahkan untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.

“Fokus utama kami saat ini adalah penyelamatan warga, pendistribusian bantuan, serta memastikan situasi keamanan di lokasi pengungsian tetap kondusif,” kata perwakilan Divisi Humas Polri. Ia menambahkan, Polri bekerja sama dengan TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan relawan untuk mempercepat penanganan bencana.

Di sejumlah titik pengungsian, Polri turut mendirikan dapur umum, pos kesehatan, serta layanan trauma healing bagi anak-anak dan kelompok rentan. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, selimut, obat-obatan, hingga air bersih terus disalurkan guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

Polri juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang bermukim di daerah rawan longsor dan bantaran sungai diminta mengikuti arahan petugas dan segera mengungsi jika kondisi memburuk.

Dengan pembaruan data ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus berada di garda terdepan dalam penanganan bencana, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama hingga situasi benar-benar pulih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *