SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mempercepat penanganan dampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya tersebut dilakukan melalui pengerahan alat berat secara masif serta pembangunan fasilitas air bersih bagi masyarakat terdampak.
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, berdasarkan laporan dari Kapolda Aceh, Kapolda Sumatera Utara, dan Kapolda Sumatera Barat, dibutuhkan langkah cepat dan terukur dengan mengoptimalkan penggunaan alat berat di lokasi-lokasi terdampak bencana.
“Dari laporan para Kapolda, kita membutuhkan percepatan penanganan dengan melibatkan dan memperbanyak alat berat yang sudah tersedia di lapangan,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo, Jumat (26/12).
Untuk wilayah Aceh, Polri telah melakukan pendataan serta pembaruan kebutuhan secara berkala. Di Aceh Utara dan Aceh Tamiang, sebanyak lima hingga enam unit alat berat telah disiagakan, terdiri dari ekskavator, dozer, dan dump truck guna mempercepat proses pembersihan material dan pemulihan akses warga.
“Di Aceh Utara dan Aceh Tamiang, kurang lebih lima sampai enam alat berat sudah kita siapkan untuk mendukung percepatan penanganan,” jelas Wakapolri.
Selain itu, khusus di Aceh Tamiang, Polri juga menyiapkan lima unit alat berat tambahan yang akan diperbantukan sesuai kebutuhan di lapangan.
Sementara di Sumatera Utara, jumlah alat berat yang dioperasionalkan dinilai cukup signifikan. Berdasarkan laporan terakhir, sebanyak 21 unit alat berat telah dikerahkan di berbagai titik terdampak bencana.
“Sumatera Utara sudah disiapkan oleh Pak Kapolda di beberapa titik. Data terakhir, kurang lebih ada 21 alat berat yang saat ini sudah dioperasionalkan,” kata Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Tak hanya fokus pada pembersihan dan pemulihan infrastruktur, Polri juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih. Wakapolri mengungkapkan, terdapat sekitar 300 titik fasilitas air bersih yang perlu segera dibangun pascabencana.
“Hingga saat ini, lebih dari 100 titik fasilitas air bersih sudah beroperasi. Proses ini terus kita kejar agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat, Polri juga akan meresmikan sejumlah fasilitas air bersih di berbagai daerah terdampak, di antaranya Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Sumatera Barat, termasuk wilayah Agam dan Padang Panjang.
Langkah tersebut menegaskan komitmen Polri dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara berkelanjutan. ***






