Wali Kota Bandung Tidak Mandul, Periksa DLH Kota Bandung Terkait Dugaan Korupsi Belanja BBM 2023

SINARPAGINEWS.COM,KOTA BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, diharapkan tidak tebang pilih dan omon – omon dalam memberantas korupsi diwilayah kerjanya, turun dan  periksa Dinas Lingkungan dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung terkait danya dugaan Korupsi belanja BBM pada tahun tahun 2023

Dari Laporan Hasil Pemeriksaan Nomor41A/LHP/XVIII.BDG/05/2024 tanggal 22 Mei 2024 Badan pemeriksa Keuangan BPK RI Perwakilan Jawa Barat terdapat.

Atas Kelebihan Pembayaran Realisasi Belanja BBM Bulan Desember 2023 Sebesar Rp.58.187.950,00. dan adanya Selisih kurang antara Frekuensi Pengisian BBM dengan Hasil Kerja Pembuangan Sampah ke TPA sebesar Rp.3.704.759.379,00 nampak kurang wajar.

DLHK Kota Bandung dalam sanggahanya dan jawaban konfirmasi secara tertulis menyampaikan bahwa Kelebihan Pembayaran Realisasi Belanja BBM Bulan Desember 2023 Sebesar Rp.58.187.950,00 telah menyatakan ditidaklanjut sesuai ketentuan tapi enggan memberikan bukti yang sebenarnya dan menyatakan karena hal tersebut terjadi karena akibat kesalahan oknum sopir dan petugas SPBU BBM yang tidak ketat

Sedangkan adanya Selisih kurang antara Frekuensi Pengisian BBM dengan Hasil Kerja Pembuangan Sampah ke TPA sebesar Rp.3.704.759.379,00 mengatakan masih perlu ditelesuri,dikonfirmasi dan diverifikasi lebih lanjut.dalam pernyataan tertulis.

Kepala BPK RI perwakilan Jawa Barat yang dalam hal ini di wakili oleh Joni Setiawan (Kasub Auditorat Jabar I) dan Yayat Rahadiyat (Pemeriksa Ahli Madya) dalam audeinsi dengan awak media sinarpaginews.com menyampaikan,bahwa peran media itu sangat membantu.

“Kami selalu terbuka dalam memberikan informasi dan data yang kami miliki, sedangkan untuk tindak lanjutnya sesuai pertanyaan dimana tupoksi Kami adalah memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh berbagai lembaga, di Pemerintahan.

Sedangkan hasil pemeriksaan disampaikan dipublikasikan selanjunya hasil pemeriksaan dan tanggung jawab keuangan negara diserahkan ke DPRD untuk ditindaklanjuti ke dinas -dinas dan instansi masing masing.

Sedangkan Hasil pemeriksaan tertulis diserahkan kepada Gubernur, dan Bupati atau Walikota setempat.

Apabila pemeriksaan ditemukan unsur pidana, Kami BPK lalu akan melaporkan hal tersebut pada instansi yang berwenang APH dalam hal ini sesuai peraturan udang undang”.jelas Joni Setiawan (Kasub Auditorat Jabar).

Inspektorat   Kota Bandung dan DPRD enggan memberikan keterangan saat sinarpaginews,com mempertanyakan penyelesaian hasil temuan audit BPK tersebut.

Padahal Inspektorat  Kota Bandung memiliki peran penting dalam menindaklanjuti temuan audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan memastikan rekomendasi perbaikan diterapkan begitu juga DPRD .

Mereka bertanggung jawab untuk mengasistensi, mendorong, dan memastikan penyelesaian temuan audit, serta memastikan ada tindak lanjut sesuai rekomendasi dan publik juga sangat menanti (*)

 

 

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *