Warga Pasar Minggu Geram, Drainase Macet Tak Pernah Diurus

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur Jakarta Selatan pada Senin sore kembali menelanjangi buruknya pengelolaan drainase di Pasar Minggu. Di Jalan Raya Lenteng Agung, RT 001/002 Kelurahan Pasar Minggu, air meluap hingga setinggi lutut orang dewasa, cukup untuk mengacaukan aktivitas warga dan mengubah jalan raya menjadi bak penampung air raksasa.

Bagi warga, ini bukan kejutan. Ini adalah “ritual musiman yang selalu datang, tapi tak pernah diakhiri pemerintah.”

“Setiap hujan deras pasti banjir. Salurannya mampet, sudah lama kami keluhkan. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan yang jelas,” ujar seorang warga, menahan kesal.

Lalu lintas lumpuh. Pengendara motor memilih memutar arah daripada mempertaruhkan kendaraannya mati terendam. Beberapa pengemudi bahkan terjebak di tengah genangan yang berubah menjadi arus lambat.

Warga menuding akar persoalan sangat jelas: drainase tidak berfungsi. Padahal, drainase adalah sistem yang dirancang untuk mengalihkan kelebihan air—baik dari hujan, limbah, maupun irigasi—untuk mencegah genangan dan banjir serta menjaga fungsi lahan tetap optimal. Namun di Pasar Minggu, sistem yang seharusnya menjadi penyelamat justru menjadi sumber bencana.

Alih-alih mengalirkan air, saluran drainase di kawasan ini seperti kubangan mati: penuh sampah, tertutup endapan, dan tidak tersentuh perawatan. Sedikit hujan saja cukup untuk membuatnya meluap, apalagi hujan deras.

Lebih memprihatinkan lagi, hingga berita ini diturunkan, tak ada satu pun langkah konkret atau pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Warga menilai pemerintah sudah terlalu lama membiarkan persoalan ini tanpa pembenahan yang berarti.

Warga meminta pemerintah berhenti mengeluarkan janji tahunan dan mulai bergerak nyata, mulai dari normalisasi saluran, peningkatan perawatan drainase, hingga solusi jangka panjang.

“Kalau dibiarkan begini terus, banjir bukan lagi musibah alam. Ini sudah jelas-jelas akibat pembiaran,” ujar warga lainnya.**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *