Pendaftaran AMI Awards 2025 Resmi Dibuka, Tambahkan Dua Kategori Baru

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Ajang penghargaan musik bergengsi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards kembali digelar tahun ini untuk yang ke-28 kalinya. Pendaftaran untuk AMI Awards 2025 resmi dibuka sejak 27 Mei dan akan berlangsung hingga 5 Juli 2025. Karya musik yang dapat didaftarkan adalah yang dirilis secara digital maupun fisik selama periode 1 Juli 2024 hingga 30 Juni 2025.

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung A Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Ketua Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI), Candra Darusman, menyampaikan rasa syukurnya atas konsistensi penyelenggaraan AMI Awards yang telah berlangsung hampir tiga dekade.

“Kami bersyukur selama 28 tahun AMI masih terus berlangsung. Ini menjadi satu-satunya penghargaan musik yang rutin digelar setiap tahun dengan lebih dari 60 kategori. Ini mencerminkan keberagaman musik Indonesia,” ujar Candra.

Tahun ini, AMI Awards menghadirkan dua kategori baru, yakni Musik Kontemporer dan Pengarah Vokal (Vocal Director). Penambahan kategori ini, menurut Candra, merupakan bentuk apresiasi terhadap perkembangan musik tanah air dan peran para pelatih vokal yang selama ini belum banyak mendapat sorotan.

“Melalui dua kategori tambahan ini, kami berharap dapat memberi ruang lebih luas bagi ekspresi musikal sekaligus mengapresiasi profesi yang turut membentuk kualitas vokal musisi Indonesia,” tambahnya.

Dukungan Kementerian Kebudayaan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut, menegaskan pentingnya AMI Awards sebagai representasi semangat zaman dalam dunia musik Indonesia. Ia menyebut AMI sebagai “Grammy Awards versi Indonesia” yang tidak hanya memberi apresiasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri musik nasional.

“Selama hampir tiga dekade, kita telah menyaksikan transformasi musik Indonesia, dari era kaset dan CD ke era digital dan media sosial. Namun satu hal yang tak berubah: kekuatan musik dalam menyatukan keberagaman dan memperkuat identitas bangsa,” ujar Fadli.

Fadli juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap musik tradisi seperti keroncong dan dangdut, yang kini mulai menarik perhatian internasional. Ia mendorong agar musik khas Indonesia ini terus diberi ruang di panggung-panggung nasional maupun global.

Perkuat Soft Power Indonesia

Menteri Fadli menyebut bahwa musik Indonesia kini memiliki potensi besar sebagai instrumen soft power. Dukungan pemerintah, melalui sinergi dengan AMI Awards, menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem musik nasional.

“Kami mendukung penuh penyelenggaraan AMI Awards sebagai wujud kehadiran negara dalam mengapresiasi dan mendorong musisi Tanah Air menciptakan karya-karya bermutu,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Syaharani, salah satu anggota tim sidang kategorisasi AMI, yang menilai AMI Awards sebagai pemicu kreativitas musisi Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan demi kesinambungan ekosistem musik Indonesia yang sehat dan inklusif.

Akses Pendaftaran Digital

Pendaftaran AMI Awards 2025 dilakukan secara daring melalui situs https://manage.ami-awards.com/label, dengan registrasi akun bagi label maupun individu. Seluruh karya yang masuk akan melalui tahap sidang kategorisasi, sebelum akhirnya diseleksi oleh tim juri.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, serta pejabat tinggi lainnya dari Kementerian Kebudayaan, termasuk Irjen Fryda Lucyana, Dirjen Diplomasi Budaya Endah T.D. Retnoastuti, Direktur Film, Musik, dan Seni Syaifullah Agam, dan jajaran pengurus AMI.

Penyelenggaraan AMI Awards tahun ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas terhadap distribusi musik, memperkuat apresiasi publik terhadap karya musikal, dan menegaskan bahwa musik adalah bagian tak terpisahkan dari kebudayaan bangsa yang perlu dilestarikan. (rul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *