SINARPAGINEWS.COM, KAB.GARUT, 7 Juli 2025 — Aksi ribuan massa yang mengguncang halaman Kantor Pemkab Garut hari ini bukan sekadar protes biasa. Ini adalah ledakan kekecewaan kolektif rakyat terhadap sistem pendidikan Kabupaten Garut yang semakin bobrok dan kehilangan arah. Ketua Komite Rakyat Anti Korupsi (KRAK), Andres Ramfuji, menyebut bahwa bara api dari gejolak ini berasal dari jejak kepemimpinan masa lalu di Dinas Pendidikan yang telah menimbulkan luka sistemik—dan hingga kini belum disembuhkan.
“Kepala Dinas Pendidikan yang lalu mungkin sudah mengundurkan diri. Tapi mundurnya dia tidak serta merta memadamkan luka dan kekacauan yang ditinggalkan! Sistemnya rusak, anggarannya tak transparan, bawahannya terkontaminasi budaya loyalitas semu. Ini bom waktu yang akhirnya meledak di tengah rakyat!” tegas Andres dengan suara lantang.
Andres menilai, selama bertahun-tahun masyarakat dicekoki janji peningkatan kualitas pendidikan, tetapi faktanya Kabupaten Garut tetap berada di bawah standar dalam hal Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Padahal alokasi anggaran untuk pendidikan sangat besar. Menurutnya, justru besarnya anggaran itulah yang menjadi ladang empuk bagi permainan kotor birokrasi yang tak pernah benar-benar diaudit secara jujur dan menyeluruh.
“Rakyat harus tahu: bukan karena kita kekurangan dana, tapi karena kita dikhianati oleh sistem pendidikan yang dikelola seperti kerajaan kecil oleh segelintir elite birokrat! Mundurnya Kadisdik adalah puncak gunung es. Yang di bawahnya masih jauh lebih busuk,” ujarnya dengan penuh semangat.
KRAK mendesak agar:
1. Seluruh pejabat struktural Dinas Pendidikan dilakukan pemeriksaan integritas dan audit keuangan lima tahun terakhir.
2. Pemerintah Kabupaten Garut tidak sekadar mengganti pimpinan, tapi juga menghancurkan struktur dan kultur lama yang memelihara korupsi terselubung.
3. DPRD Garut turun tangan aktif membentuk Panitia Khusus (Pansus Pendidikan) untuk membedah tuntas dugaan korupsi, kolusi, dan penyalahgunaan wewenang.
4. Masyarakat, guru, dan siswa diberi platform pengaduan terbuka dan terlindungi, agar suara-suara dari ruang kelas hingga desa tidak lagi dibungkam.
Andres juga menyindir tajam slogan-slogan perubahan yang digaungkan birokrat selama ini.
> “Cukup sudah kita dikibuli jargon reformasi birokrasi! Nyatanya yang berubah cuma orangnya, sistemnya tetap jahat, tetap rakus, tetap anti-rakyat. Kalau pendidikan saja dikorup, lalu kita mau berharap apa dari masa depan?” seru Andres Ramfuji.
Aksi ribuan massa hari ini adalah sinyal bahwa rakyat tidak lagi bisa ditenangkan dengan pidato kosong. Garut membutuhkan pemimpin yang punya nyali membersihkan pendidikan dari akar sampai atap. Dan kalau pemerintah tidak bergerak, rakyatlah yang akan menggerakkan sejarah.






