Melly Goeslaw Minta Pemerintah Resmikan Tugu Sepatu Cibaduyut

SINARPAGINEWS.COM, BANDUNG – Tugu Sepatu Cibaduyut telah rampung dibangun, namun hingga kini belum juga diresmikan. Kondisi tersebut membuat anggota Komisi X DPR RI, Melly Goeslaw, angkat bicara. Ia meminta pemerintah segera menerbitkan izin agar ikon legendaris Kota Bandung itu kembali berdiri secara resmi.

Dalam kunjungan kerja spesifik ke RW 3, Kelurahan Cibaduyut, Kamis (10/8), Melly menyerahkan bantuan simbolis untuk mendukung pembangunan tugu. Menurutnya, keberadaan tugu bukan sekadar monumen, tetapi identitas budaya sekaligus daya tarik wisata yang berpengaruh langsung pada roda ekonomi warga.

“Cibaduyut bukan sekadar nama daerah. Di sini tersimpan sejarah, kebanggaan, dan mata pencaharian ribuan warga yang kini terancam hilang. Sejak tugu sepatu dirubuhkan, pendapatan pengrajin anjlok, banyak yang gulung tikar. Ini soal hidup dan mati industri sepatu lokal,” ujar Melly.

Ia menilai, ikon tersebut pernah menjadi magnet wisata yang menghidupkan UMKM setempat. Namun, sejak tugu lama dibongkar, geliat ekonomi menurun drastis, bahkan generasi muda mulai kehilangan kebanggaan terhadap produk lokal asal Cibaduyut.

Meski pembangunan tugu pengganti telah selesai, belum adanya izin resmi membuat monumen itu mangkrak. Melly pun menegaskan akan mengawal langsung proses agar ikon Cibaduyut bisa segera diresmikan.

“Kita tidak bisa terus membiarkan ikon Cibaduyut terbengkalai. Saya lahir dan besar di Bandung, dan saya akan mengawal sampai tugu ini kembali berdiri. Pejabat berwenang harus segera memberikan izin, tidak ada alasan untuk menunda!” tegasnya.

Dukungan serupa datang dari Ketua RW 3, tokoh masyarakat, hingga pelaku industri sepatu setempat. Mereka berharap pemerintah kota dan provinsi segera mengambil langkah nyata agar industri sepatu Cibaduyut tidak makin terpuruk.

Melly juga menambahkan, dirinya akan memperjuangkan program pembinaan, pelatihan, dan promosi untuk menghidupkan kembali sentra sepatu Cibaduyut sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi kreatif lokal.

Isu ini kembali ia angkat dalam rapat Komisi X DPR RI bersama Kementerian Kebudayaan pada 9 September 2025. Di hadapan kementerian, Melly menekankan perlunya alokasi perhatian dan anggaran khusus bagi daerah budaya yang punya potensi ekonomi besar, termasuk Cibaduyut.

“Sekarang masyarakat di sana kehilangan mata pencaharian yang dulu dibanggakan. Tugunya sudah dibongkar, sementara kawasan itu tidak lagi diperhatikan sebagai daerah budaya dan penggerak ekonomi masyarakat,” kata Melly.

Ia berharap, melalui dukungan Kementerian Kebudayaan, Cibaduyut dapat kembali dikenal bukan hanya sebagai sentra sepatu kulit, tetapi juga sebagai warisan budaya yang patut dijaga dan motor penggerak ekonomi kreatif lokal. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *