“Sampai Titik Terakhirmu”: Cinta, Pengorbanan, dan Kritik terhadap Pemimpin Zalim

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Rumah produksi LYTO Pictures merilis teaser film terbarunya bertajuk Sampai Titik Terakhirmu. Film yang diangkat dari kisah nyata ini menyoroti perjuangan cinta sepasang kekasih menghadapi penyakit mematikan, sekaligus menyelipkan kritik terhadap kepemimpinan yang zalim di dunia kerja.

Produser Andi Suryanto dan Marcella Daryanani mengatakan film ini dibuat bukan sekadar untuk menghibur, melainkan untuk menginspirasi.
“Film ini ingin mengingatkan bahwa cinta dan pengorbanan adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan,” ujar Marcella dalam keterangan pers, Jumat pekan ini.

Kisah Nyata yang Menyentuh Publik

​Sampai Titik Terakhirmu diadaptasi dari kisah Shella Selpi Lizah dan Albi Dwizky, pasangan yang kisah cintanya sempat viral di media sosial dengan lebih dari 300 juta tayangan.
Shella, seorang influencer muda, berjuang melawan kanker dengan didampingi Albi, kekasih yang kemudian menikahinya di tengah kondisi kritis.

Film ini disutradarai Dinna Jasanti dan ditulis oleh Evelyn Afnilia. Pemeran utamanya, Mawar de Jongh dan Arbani Yasiz, ditantang menampilkan chemistry yang kuat dalam memerankan pasangan yang bertahan di tengah ujian hidup.

Dalam teaser, Albi digambarkan dengan setia mendampingi Shella menjalani pengobatan. Dukungan keluarga — yang diperankan Unique Priscilla, Kiki Narendra, Yasamin Jasem, dan Shakeel Fauzi Aisy — menjadi fondasi emosi cerita.
Suasana haru diperkuat oleh lagu “Bergema Sampai Selamanya” yang dinyanyikan Nadhif Basalamah.

Cinta dan Luka di Dunia Kerja

Tak hanya menampilkan kisah cinta yang mengharukan, film ini juga memuat kritik sosial terhadap kepemimpinan yang sewenang-wenang.
Pesan itu disampaikan melalui karakter Deri, pemimpin wedding organizer yang diperankan Alfie Alfandy.

Deri digambarkan sebagai atasan yang egois dan tidak peduli pada kesejahteraan timnya.
“Selama ini saya dikenal lewat peran ustaz. Di film ini, perannya sangat berbeda — jauh lebih keras dan antagonis,” kata Alfie.

Karakter Deri menjadi sumber tekanan bagi Albi, yang harus menanggung beban ganda antara pekerjaan dan perjuangan mendampingi kekasihnya. Melalui sosok ini, film Sampai Titik Terakhirmu menyentil realitas kepemimpinan di dunia kerja yang masih sarat dengan ego dan ketimpangan hierarki.

Film Tentang Keteguhan dan Empati

Selain Mawar de Jongh dan Arbani Yasiz, film ini turut dibintangi Tika Panggabean, Siti Fauziah, TJ Ruth, Onadio Leonardo, dan Marcella Daryanani.
Deretan nama tersebut memperkuat cerita yang menekankan nilai kemanusiaan dan empati.

Dengan campuran romansa dan refleksi sosial, Sampai Titik Terakhirmu tak hanya mengisahkan perjuangan cinta, tetapi juga menghadirkan potret manusia yang diuji oleh cinta, kuasa, dan keteguhan hati.
Film ini diharapkan menjadi pengingat bahwa cinta sejati tidak berhenti di batas waktu — dan kekuasaan tanpa nurani hanya menyisakan luka. Foto: Istimewa ***

 


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *