SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Sutradara Anggy Umbara bersama saudaranya Bounty Umbara resmi mengumumkan film terbaru berjudul “Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel”, yang diadaptasi dari kisah nyata kasus penganiayaan Cristalino David Ozora pada 2023.
Film produksi Umbara Brothers Film, bekerja sama dengan VMS Studio dan 786 Productions, dijadwalkan tayang Desember 2025 di bioskop seluruh Indonesia.
“Film ini lahir bukan untuk menimbulkan luka baru, tapi untuk mengingatkan bahwa keadilan harus terus diperjuangkan,” ujar Anggy Umbara dalam konferensi pers peluncuran teaser di Jakarta, Selasa (22/10).
Diangkat dari Kisah Nyata
Anggy mengatakan film ini menyoroti perjalanan Jonathan Latumahina, ayah David Ozora, dalam memperjuangkan keadilan bagi anaknya tanpa menggunakan kekerasan.
“Awalnya saya menolak ide ini,” ujar Anggy. “Tapi setelah membaca perjalanan hidup Pak Jonathan, saya merasa sebagai ayah, saya paham betul rasa sakitnya. Dari situ saya yakin film ini perlu dibuat.”
Bounty Umbara menambahkan, film ini menjadi bentuk perlawanan terhadap tindakan perundungan yang masih marak terjadi.
“Gue benci banget sama bully. Gue pengen orang lihat dari sisi korban. Film ini bukan cuma tentang kasus, tapi juga tentang harapan,” kata Bounty.
90 Persen Berdasarkan Fakta
Menurut Anggy, sekitar 90 persen cerita film ini bersumber dari kejadian nyata, termasuk kronologi malam penganiayaan yang melibatkan David Ozora.
“Kami riset langsung dengan pihak keluarga, pengacara, dan saksi. Semua data kami ambil dari tangan pertama,” ujar Bounty.
Anggy memastikan, pendekatan film “Ozora” berbeda dengan karyanya sebelumnya.
“Kalau dulu saya bermain dengan visual ekstrem, kali ini saya buat dengan pendekatan yang lebih jujur dan dokumenter. Ini film yang harus tulus,” ucapnya.
Didukung Jonathan dan Tim Hukum
Jonathan Latumahina, ayah David, sempat ragu saat ide film ini disampaikan. Namun setelah memahami niat pembuatannya, ia akhirnya memberikan izin.
“Saya sempat berpikir, apa perlu ini difilmkan? Tapi mereka menemukan sisi yang belum pernah saya ceritakan ke publik — sisi spiritual yang jadi kunci penyembuhan anak saya,” kata Jonathan.
Pengacara Melisa Hutabarat, yang turut mendampingi keluarga sejak awal kasus, juga menilai film ini penting untuk membuka mata publik.
“Film ini memperlihatkan bahwa seorang ayah bisa berjuang lewat jalur hukum, bukan dengan kekerasan. Ini film tentang keadilan, bukan balas dendam,” ujar Melisa.
Chicco Jerikho Jadi Jonathan Latumahina
Aktor Chicco Jerikho dipercaya memerankan sosok Jonathan, sementara Muzakki Ramdhan berperan sebagai David Ozora. Film ini juga dibintangi Tika Bravani, Mathias Muchus, Donny Damara, Hana Saraswati, dan Annisa Kaila.
Bagi Chicco, peran ini menjadi salah satu yang paling berat sepanjang kariernya.
“Saya capek hati selama syuting, karena harus ngerasain kehilangan dan marahnya seorang ayah,” ucap Chicco. “Saya sampai sering telepon langsung Pak Jonathan buat tahu rasanya waktu kejadian.”
Film dengan Misi Sosial
Produser eksekutif Tony Ramesh dari VMS Studio menyebut film ini bukan sekadar hiburan, tapi juga bentuk gerakan moral.
“Sebagai orang tua, kami ingin masyarakat sadar bahwa bullying itu menghancurkan seluruh keluarga, bukan hanya korban,” katanya.
Sementara itu, Paniki, salah satu eksekutif produser, menyebut keterlibatannya di film ini sebagai takdir. “Pertemuan kami dengan Anggy seperti sudah diatur Tuhan. Film ini punya misi kemanusiaan,” ujarnya.
Pesan untuk Masyarakat
Anggy menegaskan film “Ozora” dibuat untuk mengingatkan pentingnya empati dan keadilan.
“Bahkan hari ini masih ada kasus bullying di sekolah-sekolah. Ini enggak bisa dibiarkan,” ujarnya. “Lewat film ini, kami ingin masyarakat berhenti menormalisasi kekerasan.”
Jonathan menambahkan pesan yang menyentuh:
“Perjuangan saya sudah lewat di meja hukum. Sekarang giliran masyarakat berjuang lewat kesadaran.”
Film “Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel” akan tayang serentak 4 Desember 2025 di bioskop nasional.***






