SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Kasus dugaan pelecehan yang sempat melibatkan Ade Ratna Sari dan Budiman Tiang akhirnya berakhir damai. Ade, yang sebelumnya melapor ke Komnas Perempuan, menyatakan bahwa persoalan tersebut murni merupakan kesalahpahaman antara dirinya dan Budiman.
Dalam keterangannya, Ade mengapresiasi perhatian dan dukungan Komnas Perempuan selama proses laporan berlangsung. Namun, setelah pertemuan langsung dan dialog terbuka dengan Budiman, ia menyadari bahwa peristiwa yang terjadi disebabkan oleh salah persepsi.
“Setelah berdiskusi dengan Pak Budiman, saya akhirnya paham bahwa semua ini murni kesalahpahaman. Saat pertama kali bertemu, beliau mengira saya laki-laki dan dengan ramah merangkul sambil menyapa ‘halo bro’. Saya sempat kaget karena saya perempuan, dan dari situlah kesalahpahaman itu muncul,” ujar Ade Ratna Sari, Senin (3/11/2025).
Ia menuturkan, butuh waktu cukup lama untuk memutuskan berdamai karena ingin memastikan segala hal diselesaikan dengan jelas dan terbuka. “Ada pepatah, tak kenal maka tak sayang. Dulu saya menjaga jarak, tapi akhirnya saya sadar hal ini perlu dibicarakan dengan baik. Pak Budiman juga membuka ruang dialog dan meminta rekannya untuk berkomunikasi langsung dengan saya,” katanya.
Ade menegaskan, keputusan berdamai bukan karena tekanan dari pihak mana pun, melainkan bentuk kesadaran pribadi. “Yang penting semua urusan selesai dengan baik. Dari kedewasaan Pak Budiman, saya belajar untuk lebih menjunjung nilai sopan santun dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan,” tambahnya.
Selain klarifikasi soal kesalahpahaman tersebut, Ade juga mengungkap bahwa dirinya tengah menghadapi permasalahan lain dengan dua oknum warga negara Rusia yang berutang sekitar Rp300 miliar kepada perusahaannya. Namun, ia menegaskan persoalan itu sama sekali tidak berkaitan dengan Budiman Tiang.
“Saya tidak ingin kasus ini ditunggangi pihak lain untuk menjatuhkan Pak Budiman. Saya sadar, lalu memutuskan menarik laporan saya. Saat ini, saya tidak lagi menjadi kuasa hukum pihak Umalas. Saya berdiri di sisi Pak Budiman sebagai kawan, sebagai orang yang dulu sempat berseberangan tapi kini memilih berdamai,” tegas Ade.
Ia juga menyampaikan pesan kepada aparat penegak hukum di Bali untuk memperhatikan proses hukum yang sedang dijalani Budiman Tiang. “Beliau orang baik, dan saya mendukung beliau untuk memperjuangkan keadilan,” ujarnya.
Sebelumnya, Ade Ratna Sari dijadwalkan akan memberikan pernyataan resmi dalam konferensi pers di Kantor Komnas Perempuan, Jakarta, pada Senin (3/11) pukul 13.30 WIB. Acara tersebut menjadi momentum bagi kedua pihak untuk menegaskan penyelesaian damai dan pentingnya komunikasi terbuka dalam menyelesaikan persoalan hukum secara beretika.






