SINARPAGINEWS.COM, KOTA SUKABUMI- Sejak bangku SMA, Avhes sudah menyimpan mimpi besar. Bukan mimpi yang hinggap sebentar, melainkan cita-cita yang tumbuh bersama waktu: membangun hubungan internasional dan suatu hari mengabdi untuk Indonesia di panggung dunia.
Itulah yang membawanya memilih Pendidikan Sarjana Hubungan Internasional, yang diselesaikannya pada tahun 1987.
Namun hidup, seperti musik, jarang berjalan lurus mengikuti partitur. Gelar akademik memang memberi fondasi berpikir, tetapi justru hobi musiklah yang mengantarkan Avhes melangkah lebih jauh ke kancah internasional.
Musik telah menjadi bagian dari hidupnya sejak duduk di bangku SMA.
Lulusan SMA Negeri 1 Kota Sukabumi tahun 1982 ini tak pernah benar-benar jauh dari panggung. Dari satu panggung ke panggung lain, Avhes berkeliling berbagai daerah di Indonesia hingga Papua bahkan menembus batas negara.
Kesempatan tampil di berbagai kedutaan di Batam membuka jalannya bermain musik di luar negeri, mulai dari Singapura, Hanoi, hingga Brunei Darussalam.
Bagi Avhes, musik bukan sekadar hiburan. Musik adalah bahasa universal—yang tanpa sadar mempertemukannya dengan banyak orang, banyak cerita, dan akhirnya dunia jurnalistik.
Perjumpaan dengan pimpinan redaksi Kompas pada tahun 1997, dalam sebuah momentum bermusik, menjadi titik balik penting.
Dari sanalah ketertarikannya pada dunia jurnalistik bermula. Setahun kemudian, pada 1998, Avhes resmi terjun sebagai jurnalis. Liputan perdananya tentang pariwisata, tayang di majalah pariwisata, menandai langkah awalnya di dunia kata dan berita.
Karier jurnalistik Avhes kemudian bergerak dinamis lintas platform. Ia menjadi staf redaktur Indosiar pada 2002 hingga 2004, sebelum dipercaya menjabat Kepala Penyiaran/Berita SSTV Sukabumi pada 2004–2007. Dari layar televisi, ia melangkah ke media cetak sebagai bagian dari Metro Puncak selama periode 2008–2015.
Tahun 2015 menjadi fase menarik lainnya. Avhes membuka C’Kopi Gaud, sebuah kafe yang bukan sekadar tempat minum kopi.
Dengan latar belakang musik, C’Kopi Gaud dirancang sebagai ruang perjumpaan: kopi asli dari berbagai daerah Indonesia disajikan berdampingan dengan alat-alat musik—tempat ide, nada, dan obrolan bertemu.
Meski sempat fokus mengelola usaha, hobi menulis tak pernah benar-benar ditinggalkan. Pada 2019, Avhes kembali aktif menggarap media online dengan fokus pemberitaan hingga 2022. Tahun yang sama, ia dipercaya menjadi redaktur Beda News, dan seiring waktu juga menjadi redaktur di Fokus Media News.
Sertifikasi Kompetensi Wartawan Madya dari Dewan Pers yang dikantonginya menegaskan profesionalisme yang ia bangun bertahun-tahun.
Di luar ruang redaksi, kiprah Avhes juga kuat dalam organisasi pers.
Ia mulai bergabung dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai anggota PWI Kabupaten Cianjur pada 2006–2010. Karier organisasinya berlanjut sebagai Wakil Sekretaris PWI Kabupaten Sukabumi (2010–2013).
Karena tuntutan tugas, ia kembali tercatat sebagai anggota PWI Kabupaten Cianjur (2013–2016), sebelum akhirnya menjabat Sekretaris PWI Kabupaten Sukabumi pada 2016–2019.
Puncak pengabdiannya di organisasi pers terjadi saat Avhes dipercaya secara aklamasi sebagai Ketua PWI Kabupaten Sukabumi dari 2019 hingga pertengahan 2024.
Kini, sejak 2024 hingga saat ini, ia mengemban peran sebagai Penasihat PWI Kabupaten Sukabumi menjadi tempat bertanya, berbagi pengalaman, dan menjaga marwah profesi.
Dari hubungan internasional, musik, jurnalistik, hingga kopi hidup Avhes adalah kisah tentang jalan yang saling terhubung. Bahwa kadang, mimpi tidak datang dari jalur resmi, tetapi dari kegigihan merawat hobi, konsistensi berkarya, dan keberanian mengikuti irama hidup.
Dan di sudut kota Sukabumi, di antara aroma kopi dan denting gitar, kisah itu masih terus dimainkan. (Red)






