Tohpati Gandeng Fabio Asher Remake “Cinta Kita”, Hadirkan Jembatan Antargenerasi

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Setelah merilis ulang single “Semusim” bersama Nadhif Basalamah pada November 2025, gitaris dan komposer Tohpati kembali menghadirkan remake lagu populernya. Kali ini, ia memilih “Cinta Kita”, lagu yang sempat melejit lewat suara Reza Artamevia pada 2002. Untuk versi terbarunya, Tohpati menggandeng penyanyi muda Fabio Asher sebagai pengisi vokal.

Tohpati mengatakan, jarak waktu lebih dari dua dekade menjadi alasan utama dirinya merilis ulang lagu tersebut. Ia ingin melihat bagaimana “Cinta Kita” terdengar jika dibawakan oleh generasi baru. “Lagu ini dulu populer di tahun 2002. Dengan jarak yang panjang sampai 2026, saya penasaran seperti apa hasilnya jika dinyanyikan penyanyi baru,” ujar Tohpati.

Pilihan pada Fabio Asher, menurut Tohpati, didasari kualitas vokal dan pengalaman kolaborasi sebelumnya. “Saya sudah tahu karakter vokalnya. Secara kualitas, tidak perlu diragukan,” kata dia.

Bagi Fabio Asher, kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam perjalanan kariernya. Ia mengaku langsung menerima tawaran tersebut saat dihubungi tim WeCord. “Tanpa pikir panjang, tentu saja saya mengiyakan kesempatan emas untuk bekerja dengan salah satu maestro musik Indonesia,” ujar Fabio.

Dalam versi remake ini, Fabio menghadirkan pendekatan vokal yang lebih personal dengan nuansa ballad yang kuat, tanpa menghilangkan identitas lagu aslinya. “Saya mencoba membawakannya dengan gaya vokal yang lebih ballad dibanding versi Teh Reza. Produksinya lebih modern, tapi tetap terasa familiar,” katanya.

Dari sisi aransemen, Tohpati tidak melakukan perubahan besar pada struktur lagu. Namun, sentuhan produksi dibuat lebih megah dengan dukungan orkestrasi Budapest Orchestra. “Saya tidak mau mengubah beat karena memang tidak perlu. Aransemennya sekarang lebih grande dan powerful,” ujar Tohpati. Perbedaan karakter vokalis, dari perempuan ke laki-laki, juga memberi warna baru pada lagu ini. “Kalau dibilang, ini pop Indonesia sekali,” tambahnya.

Meski masih berada di jalur musik yang ia tekuni, Fabio mengakui tantangan terbesar adalah menjaga roh lagu orisinalnya. “Lagu ini sudah punya tempat di hati banyak orang. Saya harus sangat berhati-hati agar esensinya tidak hilang,” katanya.

Sementara itu, Tohpati mengungkapkan sempat terjadi diskusi terkait arah aransemen. Fabio sempat mengusulkan versi yang lebih upbeat, namun akhirnya disepakati tetap ballad. “Feeling saya lebih cocok ballad. Setelah dicoba, aransemen kembali ke sana,” ujar Tohpati.

Setelah merilis “Semusim” dan “Cinta Kita”, Tohpati menegaskan album terbarunya tidak sepenuhnya berisi lagu-lagu mellow. “Harus ada variasi. Akan ada juga lagu dengan beat cepat, salah satunya ‘Panah Asmara’ yang dulu dinyanyikan Chrisye dan kemudian Afgan,” katanya.

Melalui remake “Cinta Kita”, Tohpati dan Fabio berharap lagu ini dapat menjadi penghubung lintas generasi. “Semoga pendengar lama tetap merasakan nostalgia, dan pendengar baru bisa mengenal serta jatuh cinta pada lagu ini,” ujar Fabio.

Single “Cinta Kita” versi terbaru kini telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh platform musik digital.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *