SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — SCTV kembali menggelar rangkaian tayangan khusus Ramadan 1447 Hijriah melalui kampanye tahunan Ramadan Penuh Cinta. Tahun ini, stasiun televisi tersebut menambah portofolio konten dengan menghadirkan serial anak Petualangan Rahasia Queena dan program hiburan Tiba-Tiba Kuis, sekaligus mempertahankan serial ikonik Para Pencari Tuhan Jilid 19 dan Lorong Waktu Jilid 2.
Deputy Director Programming SCTV Banardi Rachmad mengatakan Ramadan masih menjadi momentum strategis bagi industri televisi, baik dari sisi audiens maupun komersial.
“Ramadan selalu menjadi periode penting bagi televisi. Penonton meningkat, keluarga berkumpul, dan konten harus relevan secara spiritual sekaligus menghibur. Karena itu, kami tidak hanya mempertahankan program lama, tetapi juga menghadirkan konten baru,” ujar Banardi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
Serial Petualangan Rahasia Queena akan tayang setiap hari pukul 15.00 WIB selama Ramadan. Cerita berfokus pada Queena, anak generasi alpha yang kecanduan gawai dan kemudian menjalani petualangan di kampung halaman kakeknya, jauh dari hiruk-pikuk kota dan paparan digital. Banardi menyebut tema ini sengaja diangkat untuk merespons keresahan orang tua terhadap pola asuh anak di era digital.
“Kami melihat banyak orang tua resah karena anak-anak tidak bisa lepas dari gadget. Serial ini menawarkan narasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus memberikan gambaran bahwa dunia nyata—alam, teman, dan keluarga—bisa jauh lebih menarik,” kata dia.
“Ada unsur fantasi khas anak-anak, tapi tetap kami bungkus dengan pesan edukatif,” tambahnya.
Sementara itu, Tiba-Tiba Kuis dijadwalkan tayang setiap hari pukul 12.30 WIB dan dipandu oleh Baim Wong. Program ini menggabungkan kuis singkat berhadiah dengan konsep blusukan ke permukiman warga di berbagai daerah. Banardi menyebut format ini sengaja dirancang untuk menghadirkan sisi human interest.
“Episode pertama kami syuting di Bantar Gebang. Saya merinding melihat bagaimana masyarakat hidup sangat dekat dengan tumpukan sampah. Di situ kami ingin menunjukkan bahwa televisi tidak hanya memberi hiburan, tetapi juga empati,” ujarnya.
“Program ini bukan sekadar kuis, tapi juga cara berbagi keceriaan, perhatian, dan inspirasi,” kata dia.
Di sisi lain, SCTV tetap mempertahankan Para Pencari Tuhan Jilid 19 bertema Tobat, Woy…! yang akan tayang dini hari. Serial ini mengangkat kisah pemuda sarjana yang terlibat dalam pembinaan anak jalanan, bersinggungan dengan praktik eksploitasi, pinjaman online, dan tekanan kelompok preman. Banardi menilai isu sosial tersebut penting diangkat karena dekat dengan realitas masyarakat perkotaan.
“Kami ingin Para Pencari Tuhan tetap relevan dengan isu aktual, bukan hanya ceramah, tapi refleksi kehidupan sosial,” katanya.
Adapun Lorong Waktu Jilid 2 kembali hadir pada waktu sahur dengan konsep perjalanan lintas waktu yang membawa pesan moral lintas generasi. Serial ini menampilkan tokoh Haji Husin dan Ustaz Zidan yang mengajak pemirsa menelusuri masa lalu, masa kini, dan masa depan untuk menemukan hikmah kehidupan.
“Lorong Waktu selalu menjadi jembatan antara nilai-nilai klasik dan realitas modern. Itu yang membuatnya tetap relevan,” ujar Banardi.
Selain serial, SCTV mengisi Ramadan dengan program dakwah Mutiara Hati bersama Quraish Shihab dan Mengetuk Pintu Hati bersama Ustaz Taufiqurrahman S.Q. Program variety show Gema Ramadan juga dijadwalkan menghadirkan Mamah Dedeh, Ustaz Solmed, serta penampilan musisi Rossa dan Batas Senja. Dari sisi pemberitaan, segmen Galeri Ramadan di Liputan 6 akan menyajikan konten gaya hidup, kuliner, hingga inspirasi kegiatan Ramadan.
SCTV juga kembali menggelar program aksi sosial SCTV Cinta Anak Yatim, yang mengajak pemirsa menyalurkan donasi bagi anak yatim di daerah terdampak bencana di Sumatra dan Aceh.
“Ramadan bukan hanya tentang tontonan, tapi juga tentang kepedulian. Kami ingin pemirsa ikut terlibat dalam gerakan berbagi,” kata Banardi.
Banardi menegaskan seluruh rangkaian program Ramadan 2026 dirancang sebagai konten keluarga dengan pendekatan hiburan, edukasi, dan nilai religius.
“Kami berharap program Ramadan tahun ini bisa dinikmati seluruh anggota keluarga, sekaligus memberikan nilai positif, inspirasi, dan edukasi yang membekas,” ujarnya.






