Icha Yang Hidupkan Harmoni Imlek Nusantara di Bundaran HI

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Penyanyi spesialis Mandarin asal Jakarta, Icha Yang, menghidupkan suasana perayaan Imlek dalam acara Harmoni Imlek Nusantara di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Ahad malam, 15 Februari 2026. Tampil sebagai bintang tamu utama, ia membawakan tujuh lagu yang memadukan bahasa Mandarin dan Indonesia di panggung terbuka yang dipadati ribuan pengunjung.

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu menyulap kawasan Bundaran HI menjadi ruang pertunjukan terbuka dengan dekorasi lampion merah dan instalasi cahaya tematik. Sejak sore, warga memadati area tersebut untuk menikmati rangkaian hiburan musik dan seni.

Dalam penampilannya, Icha—yang dikenal lewat lagu-lagu Mandopop populer era 1990-an hingga awal 2000-an—tidak hanya membawakan lagu berbahasa Mandarin. Ia sengaja menyelipkan lagu-lagu Indonesia agar seluruh penonton, termasuk yang tidak merayakan Imlek, dapat ikut bernyanyi.

“Tujuannya supaya teman-teman yang tidak merayakan Imlek juga bisa ikut merasakan suasana bahagia. Jadi setengah lagu yang saya bawakan bukan lagu Mandarin,” kata Icha usai tampil.

Menurut dia, tampil di ruang terbuka memberi pengalaman berbeda dibandingkan konser di dalam ruangan. “Kalau di indoor biasanya komunitas tertentu saja. Di outdoor semua datang, bapak, ibu, anak muda bercampur jadi satu. Antusiasmenya terasa sekali,” ujarnya.

Icha mengaku sudah lama tidak tampil di panggung terbuka seperti ini. Ia menyebut pertemuan dengan penggemar menjadi momen yang dirindukan. “Happy banget bisa ketemu lagi. Yang penting penontonnya happy, saya juga happy,” katanya.

Soal persiapan, Icha mengatakan seluruh kebutuhan teknis hingga pemilihan lagu disiapkan timnya. Ia menerima undangan tampil setelah jadwal manggung ke luar negeri batal. “Kebetulan jadwal kosong, jadi bisa ambil job di sini,” ujarnya.

Meski bukan keturunan Tionghoa dan tidak merayakan Imlek secara pribadi, Icha menilai perayaan tersebut menjadi ruang kebersamaan lintas budaya. “Saya ingin membawa suasana bahwa Imlek bisa dirasakan semua orang. Kita berbeda tapi satu juga,” kata dia.

Ia pun menyampaikan harapan pada tahun baru Imlek ini. “Semoga kita semua panjang umur, sehat, rezekinya dilancarkan, dan sukses,” tuturnya.

Selain pertunjukan musik, Festival Imlek Jakarta 2026 menghadirkan instalasi seni bertajuk Harmony Lantern Walk, lorong cahaya sepanjang sekitar 30 meter yang dihiasi ratusan lampion merah. Instalasi itu menjadi titik favorit pengunjung untuk berfoto, sekaligus simbol harapan dan keberuntungan dalam tradisi Tionghoa.

Perayaan di jantung ibu kota itu menunjukkan bagaimana ruang publik dimanfaatkan sebagai panggung ekspresi budaya. Ribuan warga dari beragam latar belakang tampak berbaur menikmati pertunjukan hingga malam hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *