D’Lempar Pisau Indonesia (D’Lempis) Gelar HUT ke-16 dan Halal Bihalal di Bandung

SINARPAGINEWS.COM, KOTA BANDUNG – D’Lempar Pisau Indonesia (D’Lempis), gelar ceremonial Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 D’Lempar Pisau Indonesia dan Halal Bihalal bertempat di Tanah Legenda SOR HOKI jalan Cikutra No. 205 kota Bandung, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri 4 (empat) orang pendiri atau Founding Father (FF) D’Lempis, Ketua D’Lempis, Ketua Porlempika kota Bandung, anggota D’Lempis dan undangan lainnya.

pisau
Pendiri atau Founding Father (FF) D’Lempar Pisau Indonesia (D’Lempis) di acara HUT ke-16 dan Halal Bihalal di Bandung (Sumber: D’Lempis)

Ketua D’Lempis Taufik Wijaya, menyampaikan rasa syukur  atas terselenggaranya kegiatan ini dan ucapan trimakasih kepada para Founding father dan seluruh undangan yang hadir.

Dalam kesempatan ini salah seorang Pendiri atau Founding Father (FF) D’Lempis yaitu Ellen Ramlan, kepada media menyampaikan terkait Sejarah dan Perkembangan D’Lempis.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan Halal bihalal dan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) D’Lempis yang ke -16. Semoga pertemuan ini menjadi sebuah waktu yang penuh barokah,” kata Ellen.

Menurut Ellen, 16 (enam belas) tahun sebuah perjalanan dari sebuah titik kecil yang menyebar ke seluruh dunia, lahirnya sebuah peradaban baru di  Indonesia yang ikut mendorong aktualisasi masyarakat nusantara melalui budaya olahraga lempar pisau ke tingkat dunia.

“Kegiatan lempar pisau di Indonesia bermula dari kelompok mahasiswa Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sering berkumpul di kampus sekitar tahun 1988, dengan melakukan berbagai macam kegiatan, mulai dari otomotif, motor, kegiatan alam bebas, hingga lempar pisau, sehingga muncul nama D’Lempis, D’Dayung, D’Campers, D’Puisi dan lain lain,” ungkap Ellen.

“Saat itu yang  coba kita seriuskan adalah D’lempar pisau,” kata Ellen.

“Karena aktifitas yang dilakukan D’lempis  secara masiv dan  kolektif dari beberapa individu yang  memiliki kesukaan yang sama,” ucapnya.

“Menariknya ternyata kegiatan ini masih dilanjutkan oleh mahasiswa angkatan berikutnya,” ujarnya.

pisau
Kegiatan HUT ke-16 D’Lempar Pisau Indonesia (D’Lempis) dan Halal Bihalal, Sabtu (28/3/2026) di Tanah Legenda SOR HOKI Jl. Cikutra No.205 kota Bandung (Sumber: D’Lempis)

Menurut Ellen, pada Desember 2009, lempar pisau kembali menemukan “nyawa” ketika salah satu Alumni (Ellen Ramlan), diminta oleh panitia, melakukan demonstrasi lempar pisau di acara Braga Bike Festival (event Bikers Brotherhood MC Indonesia). Acara demonstrasi ini dibantu teman-teman dari Indonesian Blade.

“Di moment inilah akhirnya kita mulai berpikir untuk mengumpulkan kembali teman-teman lama alumni seni rupa. Lewat jejaring di Facebook dengan membentuk Group D’Lempar Pisau Indonesia,” ungkap Ellen.

Maret 2010. Setelah berkomunikasi lewat medsos, akhirnya kopi darat di Kampus ITENAS Bandung. Dengan membawa pisau-pisau seadanya termasuk target yang digunakan pun seadanya dan sejak saat itu mereka (Tim awalun) mulai menggagas latihan rutin lempar pisau yang dilakukan setiap hari Sabtu di kampus ITENAS.

Aktivitas ini akhirnya juga mendapat respon bagus baik dari alumni maupun masyarakat luas, dengan mulai merambat ke kota Jakarta, Bekasi dan kota-kota lainnya, dan akhirnya kegiatan lempar pisau mulai dilaksanakan di kota-kota di provinsi lainnya di Indonesia dari Sumatera hingga Papua.

Di awal banyak dari luar kota datang untuk ikut bergabung untuk belajar dan berlatih , menjadi kebanggaan untuk menjadi anggota D”Lempis.

Sekarang sudah  banyak klub klub dan wadah yang bermunculan , akan tetapi mereka tetap mengakui bahwa tanah legendanya lempar pisau di Indonesia adalah SOR HOKI, Cikutra Bandung.

Disamping itu sejak 2010, D’Lempar Pisau melakukan Komunikasi dengan pelempar-pelempar di dunia (Amerika dan Eropa), termasuk melakukan komunikasi dan kordinasi intens dengan Direktur IKTHOF (International Knife Throwing Hall Of Fame) yaitu Mr. Mike “Alamo” Bainton.

Dimana saat itu IKTHOF memang sudah memiliki aturan aturan baku dan Regulasi yang jelas dalam lempar pisau dan kapak, sehingga regulasi tersebut kita coba aplikasikan dalam aturan lempika di Indonesia.

“Alhamdulillah pada 2011, D’Lempar Pisau Indonesia mendapat pengakuan dari IKTHOF dengan keluarnya sertifikat. Berangkat dari semangat itu, maka pada 24 Maret 2010, D’Lempis dibuat menjadi wadah resmi yang dilakukan ke public,” kata Ellen.

pisau
Kegiatan HUT ke-16 D’Lempar Pisau Indonesia (D’Lempis) dan Halal Bihalal, Sabtu (28/3/2026) di Tanah Legenda SOR HOKI Jl. Cikutra No.205 kota Bandung (Sumber: D’Lempis)

Pendiri (Founding Father) D’Lempar Pisau Indonesia, antara lain: Ellen Ramlan, Ahmad Zainudin, Anta Widjaya, Goy Gautama,  Bragowo Herlambang (Acung), dan Gani Ruswandi.

“16 tahun bukan waktu yang sebentar. Yang saya rasakan, ketika 10 tahun lalu kita  search  Lempar pisau di youtube.  Yang kita temukan hanya kegiatan melempar pisau anggota  TNI/POLRI, atau dari negara luar. Tapi saat ini sejak kita sering sosialisasi di youtube, jika kita  search lempar pisau sekarang  banyak sekali yang keluar. Sudah  bermunculan klub-klub, dan  wadah lempar pisau, bahkan  kemampuan di daerah-daerah sudah semakin bertambah,” kenang Ellen.

Melempar pisau  dalam lingkup militer adalah sesuatu yang diperlukan, akan tetapi untuk kita sudah disepakati  sesuai dengan Motto kita, “TIDAK PERNAH MELAKUKAN KEGIATAN MELEMPAR PISAU KE MAKHLUK HIDUP, TERMASUK POHON.”

D’Lempis saat ini dibawah kepengurusan Taufik Wijaya, semoga jauh lebih baik lagi dan bisa merangkul semua kalangan pecinta  lempar pisau untuk bersama sama mengembangkan olahraga ini.

“Pekerjaan Rumah D’Lempis adalah marilah kita sama sama mendorong hasil karya anak D’lempis  (PORLEMPIKA) untuk segera menjadi anggota KONI. Kreatifitas kita, keharmonisan kita, motekar kita tetap menjadi suplemen bagi pecinta lempar pisau agar kita bisa bersama sama mengembangkan olahraga ini,” pungkas Ellen Ramlan. (Lies Kurniaty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *