Jikobukken” dan “The Scarecrow Valley” Tawarkan Horor Tanpa Jumpscare Berlebihan

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Dua film horor terbaru Jikobukken dan The Scarecrow Valley hadir dengan pendekatan berbeda dari kebanyakan film horor. Alih-alih mengandalkan jumpscare, kedua film ini mengusung horor psikologis yang menitikberatkan pada emosi, trauma, dan relasi keluarga.

Film ini disutradarai oleh Billy Christian dan diproduksi oleh Memento Works bersama Studio Emu. Seluruh proses syuting direncanakan berlangsung di Jepang.

“Buat saya, horor yang paling kuat itu bukan yang bikin kaget, tapi yang terasa tinggal di kepala penonton. Kami memang menghindari jumpscare berlebihan dan memilih membangun rasa tidak nyaman secara perlahan,” ujar Billy saat peluncuran proyek di ONNI Garden House, Selasa (5/5/2026).

Billy menjelaskan, kedua film ini dibuat dalam satu semesta cerita (shared universe). Menariknya, para pemain akan tampil di dua film dengan karakter berbeda, namun tetap saling terhubung.

“Ini bukan sekadar dua film yang berdiri sendiri. Ada benang merah yang mengikat, terutama soal tema keluarga, kehilangan, dan konsekuensi,” jelasnya.

Sejumlah aktor Tanah Air turut terlibat, di antaranya Dimas Anggara, Vanesha Prescilla, Giulio Parengkuan, dan Yumi Kwandy. Yumi bahkan memerankan dua karakter sekaligus, yaitu Mizuki dan Yoriko.

Yumi mengungkapkan bahwa karakter Yoriko bukan sekadar sosok menyeramkan, melainkan memiliki latar belakang emosional yang kuat. “Dia itu sebenarnya kasihan. Seperti anak polos yang tumbuh di lingkungan yang tidak sehat, penuh tekanan. Ada trauma, penolakan, bahkan perundungan,” kata Yumi.

Menurutnya, karakter tersebut memiliki konflik batin yang dalam. “Dia jatuh cinta pada orang yang salah, dan konsekuensinya besar. Ada rasa sedih, depresi, dan itu yang saya coba hadirkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Vanesha Prescilla mengaku tertarik karena film ini mengangkat horor psikologis. “Saya memang suka psychological horror. Jadi ketika dapat tawaran ini, rasanya seperti keinginan yang terjawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, karakter Sandra membutuhkan pendalaman emosi yang detail. “Saya harus benar-benar memahami kenapa dia bereaksi seperti itu di setiap adegan. Jadi bukan sekadar acting, tapi memahami sebab-akibatnya,” kata Vanesha.

Dimas Anggara juga menyebut karakter Hilman dalam Jikobukken memiliki sisi emosional yang kompleks. “Dia punya mimpi sederhana tentang keluarga, tapi di balik itu ada kesepian yang cukup dalam,” ujarnya.

Sedangkan Giulio Parengkuan menyoroti tantangan bermain dalam dua film sekaligus. “Kami harus memainkan karakter berbeda, tapi tetap terasa dalam satu dunia. Itu jadi tantangan tersendiri,” katanya.

Dari sisi produksi, produser Andreas Sullivan menyebut proyek ini cukup menantang karena dilakukan di Jepang. “Biayanya besar, mulai dari akomodasi, transportasi, sampai logistik. Jadi semua harus direncanakan secara detail,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kendala bahasa menjadi perhatian utama. “Kami sudah siapkan tim penerjemah agar komunikasi di lapangan tetap lancar,” katanya.

Billy menambahkan, pencarian lokasi menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer film. “Kami mencari tempat yang secara visual sudah terasa mencekam, bahkan tanpa banyak tambahan,” ujarnya.

Selain itu, The Scarecrow Valley akan menghadirkan elemen visual berupa ratusan boneka berukuran manusia sebagai bagian dari set desa. “Boneka-boneka ini bukan sekadar properti, tapi bagian dari cerita yang membangun rasa tidak nyaman,” kata Billy.

Sementara itu, Jikobukken diangkat dari istilah Jepang yang merujuk pada properti dengan riwayat kematian atau tragedi, yang sering dikaitkan dengan hal mistis. Adapun The Scarecrow Valley mengusung konsep folk horror tentang desa terpencil dengan rahasia kelam.

Dengan pendekatan horor psikologis yang kuat, kedua film ini diharapkan menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda. “Kami ingin penonton tidak hanya merasa takut, tapi juga terhubung secara emosional dengan ceritanya,” tutup Billy Christian. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *