SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Indosiar resmi menutup rangkaian audisi offline D’Academy 8 di Emtek City, Jakarta, Ahad, 10 Mei 2026. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang proses seleksi berlangsung. Tak hanya berasal dari Jakarta dan sekitarnya, peserta juga datang dari berbagai daerah di Indonesia demi mewujudkan mimpi menjadi penyanyi dangdut profesional.
Audisi penutup menghadirkan Melly Lee sebagai juri dan Tasya DA7 sebagai bintang tamu. Kehadiran keduanya turut memberi semangat bagi para peserta yang rela antre sejak dini hari.
Program pencarian bakat dangdut andalan Indosiar itu kembali digelar setelah musim sebelumnya sukses melahirkan sejumlah pedangdut muda seperti Tasya DA7, Valen DA7, April DA7, Arbil DA7, dan Mila DA7 yang kini dikenal luas di media sosial maupun industri hiburan.
Direktur Emtek Media, Harsiwi Achmad, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi alasan program tersebut kembali digelar melalui jalur audisi offline maupun online.
“Kesuksesan D’Academy 7 menjadi semangat bagi Indosiar untuk kembali menghadirkan D’Academy 8 melalui audisi online dan offline agar kesempatan bagi calon bintang dangdut semakin terbuka luas,” kata Harsiwi dalam keterangannya.
Sebelum digelar di Jakarta, audisi offline D’Academy 8 telah berlangsung di sejumlah daerah sejak April 2026, antara lain Musi Banyuasin, Medan, Sidrap, Makassar, Balikpapan, dan Cirebon.
Peserta Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi Audisi
Semangat peserta menjadi salah satu sorotan utama dalam audisi D’Academy 8 Jakarta. Banyak peserta rela datang dari luar kota bahkan luar pulau demi mendapatkan kesempatan tampil di hadapan juri.
Salah satu peserta yang menarik perhatian ialah Aghni Kafiya, remaja 14 tahun asal Bangka Belitung. Aghni mengaku harus menempuh perjalanan panjang menuju Jakarta untuk mengikuti audisi.
Meski merasa gugup saat tampil, ia berusaha tetap percaya diri di atas panggung.
“Deg-degan, tapi kita harus selalu bersholawat dan percaya diri. Semoga bisa lolos,” ujar Aghni.
Untuk tampil berbeda dari peserta lain, Aghni bernyanyi sambil memainkan gendang. Ia mengatakan ide tersebut muncul setelah mendapat dukungan dari gurunya agar memiliki ciri khas saat tampil.
“Awalnya nggak pede, tapi guru saya terus menyuruh latihan bermain gendang sambil nyanyi supaya tampil beda,” katanya.
Aghni juga mengungkapkan kekagumannya kepada Selfi Yamma yang menjadi idolanya.
“Karena Kak Selfi sopan, bajunya sopan, dan cengkoknya Masya Allah,” ujarnya.
Selain Aghni, peserta lain yang turut mencuri perhatian adalah saudara kembar Hasan dan Husein asal Karawang, Jawa Barat. Keduanya datang sejak pukul 05.00 pagi demi mendapatkan kesempatan tampil di hadapan juri.
Mereka mengaku ingin menjadi penyanyi dangdut sukses seperti Fildan Rahayu, Reza Zakarya, dan Lesti Kejora.
“Kami ingin membahagiakan orang tua. Semoga cita-cita kami tercapai,” ujar Hasan.
Hasan dan Husein juga mengaku rutin berlatih setiap hari selama lebih dari satu bulan untuk mempersiapkan diri menghadapi audisi.
Melly Lee dan Tasya DA7 Beri Motivasi Peserta
Di sela audisi, Tasya DA7 mengaku terharu melihat perjuangan peserta yang datang dari berbagai daerah demi mengejar mimpi menjadi pedangdut.
“Aku lihat perjuangan teman-teman luar biasa, ada yang datang dari jauh, antre dari subuh, bahkan rela perjalanan berjam-jam demi mengejar mimpi,” kata Tasya.
Menurut Tasya, pengalaman tersebut mengingatkannya pada perjuangan saat pertama kali mengikuti ajang pencarian bakat.
“Aku jadi ingat perjuangan waktu awal ikut audisi dulu. Makanya aku ingin kasih semangat supaya mereka tetap percaya diri,” ujarnya.
Tasya menilai kesiapan mental menjadi faktor penting saat mengikuti audisi.
“Kadang suara sudah bagus, tapi kalau grogi bisa buyar semua. Jadi yang penting tenang, percaya diri, dan nikmati penampilannya,” kata Tasya.
Sementara itu, Melly Lee mengaku ikut teringat masa perjuangannya saat melihat antrean peserta di Jakarta.
“Dulu saya datang jam 05.30 pagi dan sudah antre nomor seratus sekian. Tiba-tiba ada rezeki bisa masuk antrean nomor delapan,” ujar Melly.
Ia menilai kualitas peserta audisi tahun ini semakin baik dan menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap musik dangdut.
“Saya bangga karena makin banyak anak muda yang suka dangdut. Semoga lagu dangdut bisa makin mendunia,” katanya.
Menurut Melly, peserta yang belum berhasil lolos tidak boleh berkecil hati karena audisi dapat menjadi pengalaman penting untuk berkembang.
“Yang belum lolos bukan berarti gagal. Ini awal dari kesuksesan. Terus belajar, perbaiki diri, dan jangan cepat menyerah,” ujarnya.
Indosiar Masih Membuka Jalur Audisi Online
Selain audisi offline, Indosiar juga membuka jalur audisi online D’Academy 8 yang berlangsung sejak 10 April hingga 10 Mei 2026 pukul 15.00 WIB.
Peserta yang mengikuti audisi diwajibkan berusia 14 hingga 23 tahun, warga negara Indonesia, tidak terikat kontrak dengan label rekaman maupun manajemen artis, serta memiliki kemampuan menyanyikan lagu dangdut atau melayu.
Melalui audisi online tersebut, Indosiar memberikan kesempatan lebih luas bagi talenta muda dari berbagai daerah yang belum sempat mengikuti seleksi secara langsung di kota-kota audisi.
Informasi lengkap mengenai proses pendaftaran dan persyaratan audisi dapat diakses melalui akun media sosial resmi D’Academy 8 maupun Indosiar. (*)






