SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Setelah sukses besar melalui Dangdut Akademi 7 yang mencatatkan rekor audience share tertinggi dan mengantarkan Indosiar sebagai stasiun televisi nomor satu di Indonesia, Dangdut Akademi 8 (DA8) resmi bergulir. Memasuki musim kedelapan, ajang pencarian bakat ini tidak hanya memburu penyanyi dangdut berbakat, tetapi juga menargetkan lahirnya generasi baru entertainer yang siap bersaing di industri hiburan Tanah Air.
Direktur EMTEK Media, Harsiwi Ahmad, mengatakan keberhasilan DA7 menjadi pijakan untuk menghadirkan kompetisi yang lebih berkualitas. Menurutnya, konsep DA8 dikembangkan agar para peserta tidak hanya mengandalkan kemampuan vokal, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan tampil, serta daya saing di dunia hiburan.
“Kami tidak sekadar mencari penyanyi yang memiliki suara bagus. Yang ingin kami lahirkan adalah entertainer yang lengkap. Mereka harus punya karakter, kemampuan tampil di atas panggung, mampu berkomunikasi, bahkan nantinya bisa berkembang menjadi host, pemain sinetron, aktor, aktris, maupun brand ambassador. Industri hiburan hari ini membutuhkan sosok yang serba bisa,” ujar Harsiwi dalam konferensi pers DA8 di SCTV Tower, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Harsiwi mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap DA8 meningkat signifikan. Sebanyak 9.500 peserta mengikuti proses pendaftaran secara daring maupun luring, atau hampir dua kali lipat dibanding musim sebelumnya. Setelah melewati audisi di delapan kota, tim juri akhirnya menetapkan 53 peserta terbaik yang akan bersaing pada babak Final Audition Live.
“Jumlah pendaftar yang terus meningkat menunjukkan Dangdut Akademi masih menjadi panggung impian anak-anak muda dari seluruh Indonesia. Mereka datang membawa mimpi besar, dan tugas kami adalah membimbing mereka agar siap menjadi artis profesional,” katanya.
Menurut Harsiwi, Dangdut Akademi selama ini telah melahirkan banyak figur publik yang tidak hanya sukses sebagai penyanyi, tetapi juga berkembang menjadi pembawa acara, pemain sinetron, aktor, aktris hingga brand ambassador.
“Kompetisi ini tidak berhenti saat pemenang diumumkan. Justru setelah keluar dari panggung, perjalanan mereka dimulai. Kami ingin para alumni terus berkarya dan memiliki tempat di industri hiburan Indonesia,” ujarnya.
Untuk musim terbaru, DA8 menghadirkan sejumlah penyegaran. Nassar kembali bergabung sebagai juri bersama Soimah, Lesti Kejora, Dewi Perssik, dan Wika Salim. Sementara alumni DA7 seperti Fildan, Melly Lee, Sridevi, Tasya, Valen, April, Arbil, Mila, Andi Syaqirah, Mutia, Robi, Ferdi, dan Yusuf dipercaya menjadi tim coach yang akan mendampingi para peserta.
Selain itu, sekitar 75 persen peserta DA8 berusia di bawah 17 tahun. Harsiwi menilai usia muda menjadi modal penting untuk membentuk karakter sekaligus memperpanjang karier mereka di industri hiburan.
“Kami ingin membangun mental, karakter, disiplin, dan kualitas mereka sejak dini. Ketika kompetisi selesai, mereka sudah siap menghadapi kerasnya industri hiburan,” katanya.
Harsiwi juga optimistis DA8 mampu melanjutkan dominasi musim sebelumnya. Berdasarkan data internal Indosiar, lima episode awal audisi DA8 langsung menempati posisi program nomor satu dengan audience share mencapai 23,7 persen.
“Kami bersyukur mendapatkan awal yang sangat baik. Namun target kami bukan hanya mempertahankan prestasi DA7, melainkan menghadirkan pertunjukan yang lebih berkualitas, lebih menghibur, dan menjadi pilihan utama keluarga Indonesia setiap malam,” ujarnya.

Soimah: Karakter dan Attitude Jadi Penentu Kesuksesan Peserta
Dalam kesempatan yang sama Ketua dewan juri Soimah menilai kualitas vokal saja tidak lagi cukup untuk membawa seseorang bertahan di industri hiburan. Menurutnya, karakter, etika, disiplin, dan kemampuan beradaptasi kini menjadi aspek yang mendapat perhatian besar dalam proses penjurian.
“Kami tidak sedang mencari penyanyi yang hanya bagus saat bernyanyi di atas panggung. Yang kami cari adalah entertainer sejati. Mereka harus punya karakter, attitude yang baik, mampu berkomunikasi, dan siap berkembang menjadi sosok yang dibutuhkan industri hiburan,” kata Soimah.
Ia mengaku sempat menyimpan kekhawatiran karena tingginya standar yang ditinggalkan DA7. Namun setelah mengikuti audisi di berbagai kota, keyakinannya kembali tumbuh.
“Saya sempat bertanya-tanya, apakah setelah DA7 yang begitu luar biasa kita masih bisa menemukan talenta-talenta baru. Tetapi setelah melihat langsung proses audisi, saya justru semakin optimistis. Anak-anak yang datang memiliki kualitas yang sangat baik dan semangat yang luar biasa,” ujarnya.
Menurut Soimah, sebagian besar peserta datang dengan mimpi besar untuk mengubah masa depan melalui Dangdut Akademi. Hal itu menjadi modal penting yang harus diimbangi dengan pembinaan karakter selama kompetisi.
“Mereka bukan hanya membawa suara yang bagus, tetapi juga energi positif dan keinginan kuat untuk belajar. Kami melihat potensi besar untuk kembali melahirkan bintang-bintang baru yang kualitasnya tidak kalah dari alumni DA7,” katanya.
Soimah menegaskan, peran juri bukan hanya memberikan penilaian, tetapi juga menggali potensi terbaik dari setiap peserta.
“Kami ingin menemukan kelebihan mereka, membentuk karakter mereka, lalu mengembangkannya. Setelah kompetisi selesai, mereka tidak hanya menjadi penyanyi, tetapi siap menjadi artis yang mampu bertahan lama di industri hiburan,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan seluruh peserta agar menjaga sikap selama mengikuti kompetisi.
“Suara bagus memang penting, tetapi karakter dan attitude jauh lebih menentukan apakah seseorang bisa bertahan atau tidak. Industri hiburan membutuhkan orang-orang yang profesional, mau belajar, disiplin, dan menghargai proses,” tutur Soimah.
Target Pertahankan Posisi Program Nomor Satu
DA8 akan tayang setiap Senin hingga Jumat pukul 19.00 WIB di Indosiar. Selain kompetisi utama, pemirsa juga dapat mengikuti keseharian para peserta melalui tayangan digital di YouTube, TikTok, Instagram, dan Vidio.
Menutup konferensi pers, Harsiwi menyampaikan apresiasi kepada sponsor, tim produksi, pengisi acara, serta media yang telah mendukung penyelenggaraan DA8. Ia berharap musim kedelapan mampu melampaui pencapaian sebelumnya sekaligus terus memperkuat posisi Dangdut Akademi sebagai program pencarian bakat dangdut terbesar di Indonesia.
“Kami mengemban tanggung jawab besar untuk menghadirkan tontonan keluarga yang berkualitas. Harapan kami, Dangdut Akademi 8 tidak hanya melahirkan bintang baru, tetapi juga terus mengangkat musik dangdut sebagai kebanggaan masyarakat Indonesia,” pungkas Harsiwi.**






