Wakapolda Metro Jaya Tekankan Pengamanan Humanis, 4.839 Personel Kawal Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menekankan kepada seluruh personel yang bertugas mengamankan aksi unjuk rasa di Jakarta agar mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan sesuai prosedur. Sebanyak 4.839 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal jalannya penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif, Jumat, (17/7/2026).

Arahan tersebut disampaikan Wakapolda Metro Jaya saat memimpin apel kesiapan pengamanan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, seluruh personel diminta menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum tanpa mengabaikan aspek keamanan.

“Bapak Wakapolda menekankan agar seluruh anggota menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, tidak mudah terpancing emosi, mampu mengendalikan diri, serta bertindak sesuai prosedur,” ujar Kombes Budi.

Ia menegaskan, kehadiran aparat kepolisian bukan semata-mata untuk mengamankan jalannya aksi, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi unjuk rasa.

“Personel hadir untuk memberikan rasa aman kepada peserta yang menyampaikan aspirasi serta menjaga kelancaran kegiatan masyarakat lainnya,” katanya.

Dalam pengamanan tersebut, Polda Metro Jaya mengerahkan total 4.839 personel gabungan yang terdiri atas 3.728 personel Polda Metro Jaya, 340 personel Polres Metro Jakarta Pusat dan Polres Metro Jakarta Timur, 642 personel TNI, serta 129 personel dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Unsur Pemprov DKI Jakarta yang dilibatkan meliputi Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk mendukung kelancaran pengamanan di lapangan.

Kombes Budi menambahkan, seluruh personel yang bertugas berada dalam satu komando agar pelaksanaan pengamanan berjalan efektif dan terkoordinasi. Selain itu, dilakukan pemeriksaan perlengkapan untuk memastikan tidak ada anggota yang membawa senjata api.

“Keselamatan peserta, masyarakat sekitar, dan petugas menjadi prioritas. Tidak ada personel yang membawa maupun menggunakan senjata api,” tegasnya.

Ribuan personel tersebut disiagakan di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas massa, antara lain kawasan Monas, Bundaran HI, Dukuh Atas, Patung Kuda, Harmoni, Tugu Tani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Semanggi, hingga Bundaran Senayan.

Sementara itu, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Masyarakat diimbau mematuhi arahan petugas apabila terjadi pengalihan arus kendaraan.

Di akhir keterangannya, Polda Metro Jaya mengajak seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai, menaati ketentuan yang berlaku, serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian juga dapat menghubungi petugas di lapangan atau layanan darurat Polri melalui nomor 110.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *