SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Aktris Hyori Mika, Chempa Puteri, dan Sigi Wimala dipercaya menjadi pemeran utama dalam film drama keluarga Desember Jani garapan sutradara Ariani Darmawan. Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, Palari Films memperkenalkan film tersebut melalui peluncuran Postcards Desember Jani, sekaligus mengangkat isu pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak di tengah dinamika keluarga.
Desember Jani merupakan film produksi Palari Films yang seluruh proses kreatif utamanya digerakkan oleh perempuan. Film ini ditulis, diproduseri, disutradarai, hingga diperankan oleh perempuan. Film tersebut dibintangi Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, serta menjadi debut layar lebar bagi Hyori Mika.
Film Desember Jani mengisahkan perjalanan Jani, remaja berusia 13 tahun yang diperankan Chempa Puteri. Di tengah konflik yang membayangi keluarganya, Jani berusaha mempertahankan keutuhan rumah yang perlahan dipenuhi keheningan.
Hyori Mika memerankan Julia, kakak Jani yang menjadi bagian dari persoalan keluarga, sementara Sigi Wimala berperan sebagai Winnie, seorang ibu tunggal yang berjuang menghidupi keluarganya, tetapi kesulitan membangun komunikasi dengan anak-anaknya. Tutie Kirana turut memerankan sosok nenek yang menjadi pengikat dalam keluarga tersebut.
Melalui peluncuran Postcards Desember Jani, Palari Films mengajak masyarakat merenungkan pentingnya mendengarkan anggota keluarga, bukan sekadar memberi jawaban. Kampanye ini bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang menjadi momentum mengingatkan pentingnya ruang aman bagi anak untuk menyampaikan perasaan.
Produser Meiske Taurisia mengatakan film ini tidak menawarkan gambaran keluarga yang sempurna, melainkan keluarga yang terus berusaha memperbaiki hubungan.
“Anak-anak tidak butuh orang tua yang selalu punya jawaban. Mereka butuh tahu saat di dalam maupun di luar rumah, ada orang yang selalu mendengarkan ketika percakapan mulai terasa sulit. Desember Jani bukan tentang keluarga yang sempurna. Ini tentang keluarga yang masih mau mencoba,” ujar Meiske.
Sutradara Ariani Darmawan mengatakan film ini dibuat agar dapat menjadi pemantik percakapan yang selama ini tertunda di dalam keluarga.
“Kami membuat film ini agar saat mereka pulang, duduk di meja makan, bisa memulai percakapan yang sudah tertunda terlalu lama,” kata Ariani.
Menurut Ariani, tokoh Jani bukan sosok penyelamat, tetapi anak yang tidak pernah berhenti mencoba menjaga keluarganya tetap utuh.
“Ia adalah satu-satunya yang tidak berhenti mencoba. Dan kadang itu sudah cukup untuk mengubah segalanya,” ujarnya.
Sementara itu, Sigi Wimala menilai karakter Winnie merupakan potret banyak orang tua yang sebenarnya peduli, namun kelelahan menghadapi berbagai persoalan hidup.
“Winnie bukan ibu yang tidak peduli. Ia adalah ibu yang kecapean dan sudah tidak tahu lagi caranya. Saya rasa banyak orang tua di Indonesia akan terdiam sejenak saat melihat diri mereka di karakter ini,” ujar Sigi.
Menurutnya, kedekatan dalam keluarga sering kali membuat seseorang tanpa sadar melontarkan ucapan yang justru melukai orang-orang terdekat.
“Karena merasa nyaman di rumah, kita sering bicara seenaknya tanpa sugarcoat dan itu menyakitkan. Kadang kita bisa menjadi paling jahat justru kepada orang yang paling dekat dengan kita,” katanya.
Dalam kampanye film ini, Palari Films menggandeng V-Soy sebagai mitra untuk mengangkat nilai kehangatan keluarga dan gaya hidup sehat. Rumah produksi tersebut juga bekerja sama dengan Kalea Psychological Services untuk menghadirkan program diskusi daring Lunch & Learn, yang membahas dinamika hubungan orang tua dan anak dari perspektif psikologi.
Film Desember Jani dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada Desember 2026. Dengan mengangkat persoalan komunikasi keluarga dari sudut pandang anak, film ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus membuka percakapan yang selama ini tertunda di banyak keluarga Indonesia.







