INDRAMAYU, SINARPAGINEWS.COM – Warga Indramayu yang beberapa hari terakhir mengeluhkan air PDAM tidak mengalir, ada kabar terbaru.
Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Nurpan, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya layanan distribusi air bersih.
Nurpan memastikan pihaknya saat ini sedang melakukan berbagai upaya intensif untuk memulihkan aliran air. Ia menargetkan aliran air akan kembali normal secara bertahap, paling lambat 2 hari ke depan.
Menurut Nurpan, gangguan ini terjadi akibat penurunan muka air yang ekstrem di dua sumber utama air baku, yakni Intake Bojongsari dan Intake Plumbon. Kondisi tersebut dipicu menyusutnya debit Sungai Cimanuk di tengah musim kemarau.
“Saat ini kami memaksimalkan Intake Lobener sebagai sumber alternatif,” ujar Nurpan.
Selain itu, perbaikan juga dilakukan di Bendung Karet Bangkir. Meski kewenangan bendung tersebut berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Perumdam turut melakukan intervensi agar aliran bisa kembali optimal.
Kabar baiknya, setelah berbagai upaya dilakukan, tinggi muka air (TMA) di sekitar Intake Lobener mulai menunjukkan kenaikan.
Pemkab Indramayu juga turut membantu dengan melakukan pengerukan sedimentasi Sungai Cimanuk di sekitar area intake, agar penyerapan air baku bisa lebih maksimal.
Sambil menunggu aliran kembali normal, Perumdam Tirta Darma Ayu terus mengerahkan armada mobil tangki air bersih ke wilayah-wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan darurat warga.
Warga Terpaksa Pompa Malam Hari

Sebelumnya, keluhan datang dari Rasin, warga Karangsong, Indramayu. Ia mengaku air PDAM di rumahnya sudah tidak mengalir selama 3 hari terakhir.
“Kalau sekarang ini gak jalan, dari sekitar 3 harian gak jalan. Nah itu menurut informasi, saya juga ada yang ngomong bahwa di Bojongsari itu keadaannya kekeringan gitu, jadi enggak bisa ngalir kesini,” kata Rasin.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Rasin terpaksa begadang untuk memompa air.
“Kalau kita tadi malam sekitar setengah duaan kita pakai pompa, mungkin ini kita isiin semua ini ada ember ada paso. Untuk seharian mungkin nanti malam ya gitu lagi. Saya gak menutup kemungkinan kalau di induk mungkin ada air, tapi kalau gak disanyo nggak jalan,” ungkapnya.
Rasin mengaku tidak mengetahui penyebab pasti kelangkaan air tersebut. Ia berharap PDAM lebih proaktif memberikan informasi kepada masyarakat.
“Harus ada perhatian dari PDAM supaya kepada kita, ini kan musim kemarau nah gimana supaya masyarakat tidak ada keluhan. Karena kan masyarakat tahunya air ada, ya minta di usahakanlah entah darimana biar gak terulang. Kan kita masyarakat gak ada yang hutang semua bayar. Dan apabila ada perbaikan atau kerusakan yang mengganggu pendistribusian ya mohon kasih kabar ada informasi,” tuturnya.
warga lainnya, mengaku sejak Minggu (9/8/2026) sampai Senin (10/8/2026), warga mengaku kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Ada yang terpaksa beli air galon untuk mandi, ada juga yang harus antre karena banyak warga melakukan hal serupa. Bahkan, seorang warga mengaku tidak mandi saat hendak berangkat kerja karena air tidak kunjung mengalir.
“Cuci muka, gosok gigi saja jadinya, airnya enggak ada,” keluh Imam, warga Margadadi.
Sementara Haris, warga Desa Tambak, mengaku terpaksa membeli air galon isi ulang.
“Ini mau sampai kapan, masa harus beli air galon terus,” ujarnya.
Warga mengaku makin kesal karena air sempat mengalir pada Minggu malam. Namun, Senin pagi aliran kembali mati.
pihak Perumdam Tirta Darma Ayu menjelaskan gangguan distribusi terjadi karena penurunan ekstrem level air di intake, tempat pengambilan air baku.
Sungai Cimanuk yang menjadi sumber utama air baku mengalami penyusutan drastis hingga berada di bawah batas normal. Kondisi tersebut berdampak pada proses pengolahan dan distribusi air kepada pelanggan.
Perumdam Tirta Darma Ayu menyampaikan permohonan maaf dan mengatakan tim masih melakukan penanganan serta pemantauan di lapangan agar distribusi air bisa kembali normal. Warga berharap air segera mengalir lagi. Sebab, air bukan kebutuhan yang bisa ditunda.






