Denny Sumargo Rela Lakukan 5 Hal Ekstrem demi Peran Hajime di Baby Udon

JAKARTA — Denny Sumargo melakukan sejumlah persiapan yang cukup ekstrem untuk memerankan Hajime Kondoh dalam film Baby Udon. Aktor sekaligus produser itu rela mengubah penampilan, belajar bahasa Jepang, membangun chemistry secara intensif dengan Caitlin Halderman, hingga menyaksikan rekaman pribadi mendiang Hajime demi menghidupkan karakter tersebut di layar lebar.

Film Baby Udon merupakan kolaborasi Sumargo Films dan LYTO Pictures. Film garapan sutradara Fajar Bustomi ini diangkat dari kisah nyata content creator Fanny Kondoh dan mendiang suaminya, Hajime Kondoh, pria asal Jepang yang harus menghadapi perjuangan melawan penyakit kanker.

Peran tersebut jadi tantangan tersendiri buat Denny. Selain tampil sebagai pemeran utama, ia juga terlibat sebagai produser lewat rumah produksinya, Sumargo Films.

1. Menjalani peran ganda sebagai aktor dan produser

Denny Sumargo nggak cuma ada di depan kamera. Ia juga ikut mengawal produksi Baby Udon lewat Sumargo Films.

Menjalankan dua tanggung jawab sekaligus bikin Denny harus pintar-pintar membagi fokus antara kebutuhan produksi dan pendalaman karakter Hajime. Ia ingin kisah Fanny dan Hajime bisa tersampaikan dengan tepat, sekaligus tetap menghormati cerita aslinya.

Keputusan Denny jadi pemeran utama sempat bikin Fanny Kondoh ragu. Sebagai pemilik kisah, Fanny mengaku awalnya belum melihat kecocokan Denny dengan sosok suaminya.

“Jangankan orang-orang, saya saja di awal sempat berpikir, loh kok Densu? Darimana ini cocoknya? Tapi Mas Fajar bilang harus Densu dari day one,” ujar Fanny.

Keraguan itu akhirnya berubah setelah Fanny melihat proses Denny mendalami karakter. Ia kemudian menilai Denny mampu membawa sosok Hajime ke dalam film.

2. Rela mencukur rambut hingga botak

Denny juga melakukan perubahan fisik untuk menyesuaikan karakter Hajime yang digambarkan sedang berjuang melawan kanker.

Ia rela mencukur rambutnya hingga botak. Perubahan ini bukan cuma soal penampilan, tapi juga bagian dari usahanya untuk menggambarkan kondisi Hajime dengan lebih meyakinkan.

Sutradara Fajar Bustomi bahkan mengaku bangga karena Denny benar-benar menjalani perubahan tersebut.

“Kapan lagi kan botakin Denny Sumargo?” kata Fajar.

3. Belajar bahasa dan aksen Jepang

Memerankan Hajime yang merupakan pria asal Jepang membuat Denny harus menghadapi tantangan bahasa.

Ia belajar bahasa Jepang, mulai dari artikulasi, intonasi, tata bahasa, sampai gestur. Denny juga berusaha supaya dialog dalam bahasa Jepang terdengar natural saat berinteraksi dengan karakter lain.

Proses ini juga dibantu oleh pemain asal Jepang yang terlibat dalam film, salah satunya Hiroaki Kato.

4. Membangun chemistry dengan Caitlin Halderman

Dalam film ini, Caitlin Halderman memerankan Fanny Kondoh, sementara Denny berperan sebagai Hajime. Keduanya harus membangun hubungan emosional sebagai pasangan suami istri yang menghadapi ujian berat.

Denny dan Caitlin melakukan pendekatan cukup intens untuk membangun chemistry. Mereka banyak ngobrol dan saling cerita selama proses persiapan sampai syuting.

“Kita beneran curhat terus, setiap hari,” ujar Caitlin.

Caitlin bahkan mengaku sempat merasa bosan karena terlalu sering bertemu dengan Denny selama proses tersebut.

“Sampai ada di titik, bosen ya kita Ko (Denny Sumargo), ketemu terus setiap hari,” kata Caitlin sambil bercanda.

Pendekatan ini dilakukan supaya hubungan Fanny dan Hajime bisa terasa lebih dekat dan emosional di layar.

5. Menonton rekaman mendiang Hajime

Persiapan paling emosional dilakukan Denny saat ia menonton dokumentasi pribadi keluarga Fanny dan Hajime.

Denny menyaksikan sejumlah video asli mendiang Hajime, termasuk rekaman ketika kondisinya berada di penghujung hidup. Rekaman itu jadi bagian dari risetnya untuk memahami karakter yang akan ia perankan.

Ia berusaha menangkap kebiasaan, ekspresi, emosi, dan karakter Hajime lewat dokumentasi tersebut. Langkah ini dilakukan agar sosok Hajime di film tetap terasa dekat dengan aslinya, bukan sekadar interpretasi aktor.

Fajar Bustomi mengatakan dirinya sempat kaget melihat kebiasaan Denny sebelum menjalani adegan.

“Dia sebelum take rajin banget nonton terus, kirain nonton apa kan lewat handphone. Eh nggak tahunya nonton video almarhum,” ujar Fajar.

Bagi Denny, proses ini jadi bagian penting dalam membangun karakter Hajime sekaligus bentuk penghormatan terhadap kisah nyata yang diangkat dalam Baby Udon.

Baby Udon tayang 3 September 2026

Film Baby Udon dibintangi Denny Sumargo dan Caitlin Halderman. Film ini juga menghadirkan Vonny Anggraini, Naufal Samudra, Ayya Renita, Alexandra Vallerie, Putri Ayudya, Alfie Alfandy, Royhan Hidayat, dan Hiroaki Kato.

Film garapan Fajar Bustomi ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 3 September 2026.

Lewat karakter Hajime, Denny Sumargo dituntut bukan cuma berubah secara fisik, tapi juga memahami perjalanan emosional seorang suami dan ayah yang menghadapi penyakit serius. Proses ini jadi salah satu tantangan terbesar Denny dalam menghidupkan kisah Fanny dan Hajime ke layar lebar.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *