SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Industri hospitality Indonesia dan Malaysia memiliki kekuatan berbeda. Namun, perbedaan tersebut justru dinilai bisa menjadi peluang untuk membangun kerja sama di bidang bisnis, pendidikan, sumber daya manusia hingga investasi.
Peluang itu yang coba dijembatani INAMA Hospitality Center (Indonesia-Malaysia Hospitality Center). Lembaga ini disiapkan sebagai wadah pertemuan pelaku usaha, profesional, akademisi, mahasiswa dan investor sektor hospitality dari kedua negara.
INAMA Hospitality Center dijadwalkan resmi diluncurkan pada awal Oktober 2026. Peluncuran akan dirangkai dengan sejumlah kegiatan di Kuala Lumpur dan Jakarta.
Founder sekaligus Chairman INAMA Hospitality Center, Donny Pur, mengatakan pembentukan INAMA berangkat dari kebutuhan terhadap wadah yang dapat mempertemukan dunia usaha dengan pendidikan sekaligus membuka peluang kerja sama Indonesia dan Malaysia.
“INAMA kami bangun sebagai rumah bersama. Bukan hanya untuk pemilik hotel, tetapi juga profesional, akademisi, mahasiswa, investor, entrepreneur dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap masa depan industri hospitality,” kata Donny saat ditemui di sela rapat persiapan di The Premier Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Menurut Donny, industri hospitality saat ini sudah berkembang jauh lebih luas. Bisnis tersebut bukan hanya soal hotel dan tempat menginap, tetapi juga mencakup resort, makanan dan minuman, pariwisata, MICE, pendidikan, pelatihan, pengelolaan aset hingga investasi.
Karena itu, kolaborasi lintas sektor dan negara dinilai penting agar berbagai potensi yang dimiliki Indonesia dan Malaysia bisa dipertemukan.
“Indonesia memiliki pasar yang sangat besar, destinasi yang beragam dan banyak aset hospitality yang masih dapat dikembangkan. Malaysia di sisi lain memiliki pengalaman, jaringan pendidikan, profesional serta investasi yang menarik,” ujar Donny.
Ia menegaskan INAMA tidak ingin kerja sama tersebut hanya berhenti pada pertemuan atau pertukaran gagasan.
“INAMA ingin menjadi salah satu jembatan yang mempertemukan kekuatan tersebut,” katanya.
Salah satu agenda awal INAMA adalah mengirim delegasi ke Malaysia untuk menghadiri INTAC 2026 (International Tourism, Arts and Culture Exhibition and Conference). Forum tersebut menjadi momentum untuk membangun jejaring dengan pelaku industri hospitality dari berbagai negara.
Kerja sama yang disiapkan meliputi pertukaran pengetahuan, seminar, executive forum, pendidikan dan pelatihan, business matching hingga penjajakan investasi serta pengembangan proyek hospitality.
Bidik Pendidikan dan SDM Hospitality
Selain bisnis, INAMA juga menempatkan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu program utama.
INAMA tengah menyiapkan peluang program beasiswa bagi insan hospitality yang memiliki potensi, namun terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan atau meningkatkan kompetensi profesional.
Program tersebut nantinya dikembangkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan serta mitra industri di Indonesia dan Malaysia.
Ekosistem INAMA juga tidak hanya diperuntukkan bagi hotelier. Pemilik dan pengelola hotel, resort dan restoran, profesional hospitality dan pariwisata, akademisi, peneliti, mahasiswa, konsultan, pengembang properti, pemilik aset, investor hingga perusahaan pendukung industri dapat terlibat.
Dewan Pakar INAMA Hospitality Center, Tasdiyanto Rohadi, menyambut positif pembentukan wadah tersebut.
Menurutnya, INAMA memiliki peluang berkembang jika mampu menjaga konsistensi program dan memberikan manfaat nyata bagi anggota, industri maupun masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana sebuah lembaga dapat memberikan manfaat nyata. INAMA harus menjadi tempat bertemunya gagasan, pengalaman dan kesempatan,” kata Tasdiyanto.
Mantan Sekjen Komnas HAM RI dan mantan Deputi 3 Kantor Sekretariat Presiden itu mengatakan penguatan kelembagaan, pendidikan, peningkatan kualitas SDM dan jejaring strategis Indonesia-Malaysia menjadi sejumlah agenda yang perlu diperkuat.
Siapkan Indonesia-Malaysia Hospitality Forum
Setelah peluncuran, INAMA juga menyiapkan Indonesia-Malaysia Hospitality Forum. Forum ini akan menjadi ruang pertemuan pelaku bisnis, investor, akademisi dan profesional hospitality dari kedua negara.
Selain forum tersebut, sejumlah program lain disiapkan, seperti pertemuan bisnis dan investasi, pengembangan SDM, kerja sama pendidikan serta kunjungan industri di Indonesia dan Malaysia.
Dukungan terhadap rencana tersebut datang dari kalangan pelaku usaha.
Kepala Pengembangan Bisnis dan Aset PT Sarana Pembangunan Jaya, Danny Teguh Widodo, mengatakan INAMA berpotensi memperkuat jejaring pelaku hospitality Indonesia dan Malaysia.
“INAMA diharapkan berkembang dan memperkuat jejaring pelaku hospitality di Indonesia dan Malaysia sehingga dapat saling bersinergi dalam berbagai bidang yang terkait dengan hospitality,” ujar Danny.
Danny hadir bersama Denny Licosan dari PT Putra Atmajaya, perusahaan hospitality yang saat ini tengah mengembangkan hotel bintang empat di Kota Bogor.
INAMA berharap keterlibatan pelaku usaha, akademisi dan investor dapat mendorong hubungan Indonesia-Malaysia tidak sebatas jejaring, tetapi berkembang menjadi kerja sama bisnis dan proyek hospitality yang bisa direalisasikan.**






