INDRAMAYU, SINARPAGINEWS.COM – Dunia perfilman Indramayu kedatangan angin segar. Sutradara senior Toto Hoedi menggarap drama romance budaya kearifan lokal berjudul Violet dengan gebrakan baru: menjaring talenta-talenta muda asli Indramayu lewat casting terbuka.
Drama Violet mengisahkan sosok wanita cantik dan alim bernama Lailah Umami. Dengan kutipan menyentuh, “Violet… Memang pernah ada. Dia lahir… Karena luka. Karena tipu daya. Karena putus asa. Tapi… Yang bertahan… Bukan Violet. Yang bertahan… Adalah… Lailah Umami.”
Lailah Umami begitu gigih ingin menjadi penyanyi tarling, meski sempat tertipu oknum yang mengaku produser rekaman hingga terenggut kehormatannya dan terjerumus ke dunia malam. Baginya, tarling bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya Indramayu-Cirebon yang harus terus hidup lintas generasi.
Drama produksi Avatara Lintas Media dan Cakrawangsa Cinema Production ini rencananya akan tayang di K-Flik.
Sutradara Toto Hoedi mengatakan, garapannya ini sengaja mengangkat budaya daerah agar dicintai generasi muda.
“Kita mengangkat budaya-budaya daerah bukan karena budayanya saja, tapi bagaimana di daerah itu ada sesuatu yang bisa diangkat sehingga anak-anak Gen Z bisa mengetahui dan menyukai budaya daerahnya,” ujar Toto Hoedi.
Produser Tohir Danasasmita, Minggu (23/8/2026), menambahkan rumah produksinya akan berkeliling Indonesia mengangkat kearifan lokal dalam kemasan drama romance.
“Kami akan berkeliling Indonesia untuk mengangkat budaya daerah setempat atau kearifan lokal dalam kemasan drama romance, hanya saja untuk sementara akan merambah daerah-daerah terdekat seperti Cirebon, Indramayu, Bandung, dan Cianjur,” tutur Tohir.
CFD Creative Supervisi, Sukarya, menegaskan talenta muda Indramayu harus diberi panggung untuk bisa berkiprah di perfilman nasional.
“Talenta muda Indramayu harus mampu berkiprah di kancah perfilman nasional. Hanya dengan pembinaan secara berkesinambungan dari para senior, hal itu bisa terwujud,” ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari Pemkab Indramayu. Kabid Kebudayaan Disdikbud Indramayu, Taufik Nasution, bahkan meminjamkan aula kantornya sebagai lokasi casting. Hal senada disampaikan Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Dispara Indramayu, Runita, yang menilai drama ini sebagai sarana promosi pariwisata sekaligus ajang pencarian bakat.
Antusiasme peserta pun tinggi. Salah satunya Ary, peserta asal Desa Pekandangan, berharap casting seperti ini sering diadakan.
“Saya berharap Indramayu sering dijadikan tempat casting calon pemain film dan drama agar talenta-talenta muda bisa dengan mudah menyalurkan bakat seni perannya,” ujar Ary.
Seniman tari Iing Sayuti juga menyambut positif kehadiran rumah produksi Jakarta di Indramayu yang diyakini mampu melahirkan sineas muda kebanggaan daerah.






