Resmi Dilantik! Bos Penggilingan Padi Indramayu Diminta Stop Jadi Pemasok Bahan Mentah

INDRAMAYU, SINARPAGINEWS.COM — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Kabupaten Indramayu masa bakti 2023–2028 resmi dilantik, Sabtu (22/8/2026).

Pelantikan berlangsung di Birubhi Cafe and Resto, Indramayu, dan dihadiri langsung Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin, unsur Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah terkait, serta Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu. Prosesi pelantikan dilakukan oleh Ketua DPD PERPADI Jawa Barat yang diwakili Ketua III Bidang Organisasi, H. Fuad.

Dalam sambutannya, Wabup Syaefudin menegaskan peran strategis PERPADI dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan nilai tambah pertanian Indramayu. Ia mengingatkan agar Indramayu tidak terjebak menjadi daerah pemasok bahan mentah saja.

“Jangan sampai daerah yang menjadi salah satu lumbung pangan hanya menjadi pemasok bahan mentah. Kita harus mampu mengembangkan hilirisasi sektor perberasan, sehingga gabah yang dihasilkan petani dapat diolah secara optimal di daerah dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Indramayu,” tegas Syaefudin.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Indramayu siap memperkuat sinergi dengan PERPADI untuk mendorong industri penggilingan padi yang modern, efisien, dan berdaya saing, tanpa mengabaikan kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua III Bidang Organisasi DPD PERPADI Jawa Barat, H. Fuad, mendorong pengurus baru untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, petani, masyarakat, dan Perum BULOG. Sinergi itu penting untuk meningkatkan produktivitas, pengelolaan pascapanen, serta penyerapan hasil produksi petani lokal.

Ketua DPC PERPADI Indramayu terlantik, Oktavian Gatra Barbehen Sagala, menegaskan komitmennya. Ia menyebut PERPADI tidak hanya sebagai pelaku usaha penggilingan, tetapi juga garda terdepan penjaga stabilitas pasokan pangan.

Gatra juga mendorong modernisasi teknologi penggilingan melalui revitalisasi Rice Milling Unit (RMU).

“Modernisasi RMU penting untuk menekan kehilangan hasil panen (susut), sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing beras Indramayu di pasar nasional,” ujarnya.

Dengan kepengurusan baru, DPC PERPADI Indramayu diharapkan semakin solid menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor perberasan, meningkatkan nilai tambah, dan mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *