SINAR PAGINEWS.COM KAB. SUKABUMI — Nuansa formal dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Sukabumi dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 mendadak berubah lebih hangat.
Puluhan personel Badan Pembina Seni (Bapeni) Korpri Kabupaten Sukabumi tampil membawakan sejumlah lagu di hadapan jajaran pejabat dan pimpinan daerah. Salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi ketika mereka menyanyikan lagu “Mati Lampu” yang populer dibawakan King Nassar.
Tak hanya menyaksikan, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali bahkan ikut bernyanyi bersama para personel Bapeni. Spontanitas tersebut disambut sorak dan tepuk tangan hingga membuat suasana ruang paripurna yang sebelumnya berlangsung formal menjadi lebih cair.
Sebanyak 35 personel Bapeni tampil dengan aransemen dan karakter vokal yang memberikan warna tersendiri. Penampilan tersebut menjadi selingan yang membuat momentum peringatan HJKS ke-156 terasa lebih dekat dengan suasana kebersamaan.
Sebelum membawakan “Mati Lampu”, Bapeni terlebih dahulu menyuguhkan “Rindu Purnama”, karya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Lagu bernuansa melankolis itu dibawakan dengan penuh penghayatan. Bagi Bapeni, “Rindu Purnama” tidak semata-mata menjadi sajian musik, tetapi juga dapat dimaknai sebagai ungkapan kerinduan sekaligus harapan terhadap perjalanan Kabupaten Sukabumi ke depan.
Penampilan Bapeni tersebut disaksikan sejumlah unsur pimpinan daerah. Di antaranya Bupati Sukabumi Asep Japar, Wakil Bupati Andreas, Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali bersama jajaran legislatif, Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi, serta Dandim 0622 Letkol Inf Agung Ari Wibowo.
Pengasuh sekaligus Manajer Bapeni Kabupaten Sukabumi, Elis Hermawati, mengatakan kehadiran seni dalam momentum HJKS menjadi salah satu cara untuk membangun suasana kebersamaan.
“Musik menjadi ruang untuk menyatukan suasana, sekaligus memperlihatkan bahwa seni dapat hadir di tengah berbagai lapisan masyarakat,” kata Elis, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, kesempatan tampil di hadapan para pemangku kebijakan bukan sekadar pertunjukan. Bapeni ingin menunjukkan bahwa musik dapat menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana membangun energi positif dan kebersamaan.
Salah satu personel Bapeni, Hilda Yanti, turut ambil bagian dalam penampilan tersebut. Bersama puluhan personel lainnya, ia ikut menghidupkan suasana melalui sajian musik dalam rangkaian peringatan HJKS ke-156.
Elis menambahkan, rangkaian lagu yang dibawakan Bapeni memiliki karakter berbeda. “Rindu Purnama” menghadirkan suasana penuh penghayatan, sementara “Mati Lampu” membawa keceriaan dan spontanitas.
“Dari Rindu Purnama yang sarat rasa hingga Mati Lampu yang mengundang keceriaan, alhamdulillah kami dari Bapeni bisa menunjukkan bahwa musik tidak hanya tentang hiburan,” tandasnya.
Penampilan tersebut pun menjadi salah satu warna dalam Sidang Paripurna Istimewa HJKS ke-156, memperlihatkan bahwa peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi ruang refleksi perjalanan pembangunan, tetapi juga dapat dirayakan melalui seni, kebersamaan, dan ekspresi masyarakat.






