Bappeda Kota Sukabumi Perkuat Pengawasan Program, Monev PSDA Fokus PAD dan DBH CHT

SINARPAGINEWS.COM, KOTA SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat kualitas perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah. Salah satunya melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) yang dilakukan Bidang Perencanaan Sumber Daya Alam (PSDA) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi di Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi.

Kegiatan Monev tersebut difokuskan pada evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT), optimalisasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2025, serta persiapan program dan kegiatan Tahun Anggaran 2026. Monev dilaksanakan pada 14 Januari 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Bappeda untuk memastikan program perencanaan pembangunan daerah berjalan efektif, terukur, dan selaras dengan target pembangunan Kota Sukabumi, khususnya pada sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.

Dalam pelaksanaannya, tim PSDA Bappeda melakukan pendampingan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program, realisasi anggaran, serta potensi optimalisasi PAD yang bersumber dari sektor peternakan. Evaluasi DBH CHT juga menjadi perhatian guna memastikan pemanfaatannya sesuai regulasi dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Selain mengevaluasi kinerja tahun berjalan, Monev ini juga menjadi forum awal untuk menyusun dan mematangkan perencanaan program Tahun 2026 agar lebih tepat sasaran, responsif terhadap kebutuhan daerah, dan mendukung keberlanjutan pembangunan.

Informasi kegiatan tersebut disampaikan berdasarkan unggahan akun media sosial resmi bappedasmi_official, yang menegaskan komitmen Bappeda Kota Sukabumi dalam meningkatkan kualitas pendampingan dan pengawasan program pembangunan lintas perangkat daerah.

Dengan penguatan fungsi monitoring dan evaluasi ini, Bappeda Kota Sukabumi berharap sinergi antarperangkat daerah semakin solid, pengelolaan anggaran lebih akuntabel, serta target PAD dan pembangunan sektor strategis dapat tercapai secara optimal. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *