Bukti Zionis Lemah, Menjadikan Kelaparan Gaza Sebagai Senjata Genosida

SINARPAGINEWS.COM, MAJALENGKA – Komite Khusus PBB untuk Menyelidiki Praktik-praktik Israel di Wilayah Pendudukan Palestina dan Arab memperingatkan bahwa dunia saat ini sedang menyaksikan kemungkinan terjadinya “Nakba kedua”, akibat eskalasi kekerasan, blokade kemanusiaan, dan kebijakan pendudukan yang dijalankan Israel.

Komite tersebut mendokumentasikan penggunaan penyiksaan, kekerasan seksual sistematis, serta pemaksaan kelaparan sebagai metode perang oleh militer dan otoritas Israel.

Komite juga menyoroti penggunaan blokade total terhadap Gaza sebagai bentuk “senjata kelaparan” yang digunakan untuk menundukkan seluruh populasi (metrotvnews.com, 10/5/2025).

Entitas Zionis, nyata terus melakukan genosida dengan cara yang sangat tidak berperikemanusiaan. Zionis telah dengan sengaja memblokade masuknya bantuan makanan dan membiarkan kaum muslim di Gaza dalam keadaan kelaparan yang sangat mengerikan.

Sejak 2 Maret lalu, telah terhitung, lebih dari dua bulan sudah, blokade ini diberlangsungkan. Sungguh, cara perang entitas Zionis teramat sangatlah keji. Hal ini memberikan bukti, bahwa entitas Zionis nyata lemah dan tidak mencerminkan sosok ksatria sejati.

Namun yang lebih mirisnya lagi, meski kegilaan perang ini nampak didepan mata, penguasa negeri muslim belum juga melakukan pembelaan secara nyata dengan segera mengirimkan pasukan-pasukan terbaik mereka untuk mengusir penjajah yang tak punya etika.

Seruan jihad yang bergema di seluruh penjuru dunia, masih tak mampu membuka hati para pemimpin muslim di dunia untuk bertindak sebagai ksatria. Padahal, kekuasaan tengah berada dalam genggaman tangan-tangan mereka.

Kondisi mengenaskan ini, tak mungkinlah terjadi, apabila umat Islam memiliki pelindung yang benar-benar berperan dan menaungi. Negara Khilafah dengan segenap aturan dari Rabb semesta alam, jelas junnah bagi umat manusia secara faktual.

Tak ada aturan yang lebih baik selain aturan yang dibuat langsung oleh Dzat yang tanpa cela lagi Maha Sempurna. Khilafah dengan sistem Islam sebagai pijakannya, akan menjalankan perannya sebagai rain dan junnah demi melindungi umat dari segala bentuk kedzaliman, ketidakadilan, kesewenang-wenangan, juga penjajahan.

Sebagaimana kisah heroiknya Khalifah Mu’tasim Billah yang mengirimkan puluhan ribu pasukannya hanya untuk membela kehormatan seorang budak muslimah yang dilecehkan pada masanya, apalagi bila dibandingkan dengan sederet kebiadaban Zionis yang telah dilakukan kepada umat Islam di negeri Palestina.

Sungguh, tak akan terbayang bagaimana reaksi dari perlindungannya. Namun sayangnya, hari ini Khilafah belum jua ada. Dampaknya, Palestina hari ini sendirian, terkepung, kelaparan, tidak ada yang membela dengan pembelaan yang mampu menyelesaikan permasalahan.

Oleh karena itu, umat harus segera mengambil tindakan nyata, guna mengakhiri genosida Palestina. Jelas, aksi ini menuntut perjuangan untuk menegakkan kembali perisai umat yang sebenarnya. Perjuangan ini nyata sudah diawali, disuarakan dan digemakan oleh partai islam ideologis.

Mereka terus berusaha memupuk kesadaran umat agar terbentuk pondasi pemahaman yang kuat sehingga umat benar-benar mau dan siap berjuang bersama-sama demi menghadirkan junnah itu ditengah-tengah umat. karena hanya partai inilah yang terbukti konsisten memperjuangkan tegaknya aturan Allah secara kaffah dalam wadah yang disebut Khilafah Islamiyah. Allahu’alam bishshowab.

Oleh : Nunung Nurhayati (Ibu Rumah Tangga, Aktivis Muslimah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *