Gonjang-Ganjing di PDAM Garut: Bupati Tunjuk “Tim Pengawas Rasa Direksi”, KRAK Angkat Bicara Sambil Ngakak Soal “Karpet Merah”

SINARPAGINEWS.COM,  GARUT – Situasi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Garut mendadak lebih seru dari sinetron kejar tayang! Bagaimana tidak, Bupati selaku pemegang kunci alias Kuasa Pemilik Modal (KPM) membuat gebrakan yang cukup “unik” dengan menunjuk dua anggota Dewan Pengawas (Dewas) sekaligus menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direksi. Bak “one man show”, Nia Gania didapuk menjadi Plt Direktur Utama, sementara Hendro didaulat sebagai Plt Wakil Direktur. Anehnya, satu anggota Dewas lainnya, Dadang Supriadi, memilih tetap setia pada “kursi pengawasnya”.

Kabar burung yang beredar menyebutkan langkah ini berlandaskan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 23 Tahun 2024. Konon, aturan tersebut memberikan lampu hijau bagi Dewas untuk “merangkap jabatan” sementara sebagai direksi jika seluruh direksi sebelumnya “angkat kaki”, sambil menunggu seleksi direksi definitif. Namun, celetukan nakal justru datang dari Andres Ramfuji, pentolan Komite Rakyat Anti Korupsi (KRAK). Sambil tersenyum penuh “misteri”, ia bertanya, “Ataukah ini memang skenario tersembunyi untuk menyiapkan ‘red carpet’ super mewah bagi tim sukses [Bupati dan Wakil Bupati terpilih] untuk menduduki kursi empuk direktur?” Hmm, patut dicurigai nih!

KRAK Garut: Dewan Pengawas Kok Jadi Pemain Utama? KRAK pimpinan Andres Ramfuji sontak “mengernyitkan dahi” melihat drama pergantian direksi di perusahaan air minum kebanggaan Garut ini. Mereka menilai ada kejanggalan yang “wah” dan berpotensi menabrak prinsip Good Corporate Governance (GCG) alias tata kelola perusahaan yang baik dan benar.

“Ini nih yang bikin kita garuk-garuk kepala! Dewan Pengawas yang seharusnya tugasnya ‘mengawasi dari jauh’ kok malah turun gunung jadi ‘pemain inti’?” ujar Andres dengan nada heran dalam jumpa persnya, Rabu (14/5/2025). “Apalagi, anggota Dewas ini kan sudah lama ‘nangkring’ di posisinya, bahkan selama masa jabatan direksi yang sekarang diganti. Lha, terus selama ini ngapain aja, Pak Dewas? Kok tiba-tiba sekarang jadi ‘superhero’ pengganti direksi? Ini kan lucu bin ajaib!”

Lebih lanjut, Andres dengan nada sedikit “curiga tapi penasaran” menyoroti potensi agenda “udang di balik batu” dalam manuver ini. “Jangan-jangan, ini memang ‘settingan’ tingkat dewa! Kita jadi mikir keras, ini beneran karena Permendagri atau ada ‘inspirasi’ lain yang lebih ‘dalam’?” selorohnya. “Siapa tahu, ini trik jitu untuk ‘memuluskan jalan’ tim sukses bupati dan wakil bupati terpilih biar bisa langsung ‘nyemplung’ jadi direktur tanpa perlu ‘ujian’ segala macam. Wah, kalau bener, ini sih bukan karpet merah lagi, tapi ‘tol langit’ khusus buat mereka!”

Jangan sampai ada ‘permainan’ yang merugikan masyarakat Garut,” tandas Andres dengan nada serius, meskipun tetap ada sentuhan “humor getir”. “Kita ini bukan ‘detektif dadakan’, tapi kalau ada yang ‘bau-bau’ nggak beres, ya wajib kita ‘endus’ sampai ketemu ‘biang keladinya’!” Masalah siapa yang akan yang diberi karpet merah tersebut, kita lihat saja yang bermunculan dari kalangan mana, apakah Politisi, Akademisi, profesional atau gimna. Pokoknya kita akan melihat pementasan Drakor nua, kata andres.

KRAK berjanji akan terus “mengawasi dengan mata elang” perkembangannya ini demi memastikan PDAM Kabupaten Garut dikelola secara transparan, akuntabel, dan yang paling penting, bebas dari praktik-praktik yang bisa bikin “dompet masyarakat kering”. Mereka juga membuka pintu lebar-lebar bagi pihak-pihak lain yang punya informasi atau mau ikut “bermain tebak-tebakan” mengungkap kebenaran di balik “drama air” ini. Siapa tahu ada yang punya ‘kartu truf’ yang bisa bikin kita semua terkejut!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *