SINARPAGINEWS.COM, KAB. SUKABUMI — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi menggelar podcast bertema “Kilas Balik Pemilu Serentak 2024: Sinergi Lembaga Pers dan Media Massa dengan KPU Kabupaten Sukabumi dalam Kegiatan Pemilu Serentak Tahun 2024” sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan pemilu ke depan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung KPU Kabupaten Sukabumi, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (18/12/2025), menghadirkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Samsyi atau yang akrab disapa Bah Anom, sebagai narasumber utama.
Pemilu 2024 mencatat peningkatan partisipasi pemilih dibandingkan Pemilu 2019. Namun, tingginya partisipasi tersebut diiringi berbagai dinamika, mulai dari isu politik dinasti, gelombang protes mahasiswa, hingga polarisasi di tengah masyarakat yang muncul sejak masa kampanye hingga pascapemungutan suara.
Bah Anom dalam paparannya menilai, nilai-nilai demokrasi ideal—pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat—kian mengalami degradasi dalam praktiknya.
“Seharusnya demokrasi menjadi ruang kegembiraan rakyat. Namun realitasnya, Pemilu 14 Februari 2024 justru diwarnai berbagai problematika yang mencederai semangat demokrasi,” ujar Bah Anom.
Ia menyoroti maraknya pemberitaan terkait aksi protes, konflik antarpendukung, hingga demonstrasi yang menuntut keadilan sebagai cerminan belum matangnya pendidikan politik di masyarakat.
Menurut Bah Anom, pembenahan tata kelola pemilu ke depan menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam aspek pendidikan politik bagi pemilih. Ia menegaskan, setidaknya terdapat tiga pilar utama yang memiliki tanggung jawab dalam pendidikan politik, yakni penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu), partai politik, serta media massa.
“Ke depan perlu ada sinergi yang lebih kuat antara KPU, Bawaslu, dan media massa dalam sosialisasi serta pendidikan politik, agar informasi tahapan dan pelaksanaan pemilu tersampaikan secara utuh kepada masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, mewakili Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, anggota Pokja Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklihparmas dan SDM), Rudini, menegaskan bahwa KPU telah berupaya maksimal mewujudkan pemilu yang transparan dan akuntabel.
Ia menjelaskan, KPU memanfaatkan kemajuan teknologi informasi melalui aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang memungkinkan publik mengakses hasil penghitungan suara secara terbuka melalui laman resmi KPU.
“Kami berupaya menjaga objektivitas dan transparansi, salah satunya melalui Sirekap, agar masyarakat dapat memantau langsung hasil pemilu,” ujar Rudini.
Rudini mengakui, masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan pemilu. Namun, menurut dia, pemahaman terhadap demokrasi yang damai, bersih, dan berkeadilan perlu ditanamkan secara berkelanjutan kepada seluruh elemen masyarakat.
“Bangsa ini harus saling merangkul, bukan saling menjatuhkan. Demokrasi Pancasila harus dijalankan dengan semangat damai dan saling menghargai keputusan yang ada,” katanya.
Ia menutup dengan menegaskan komitmen KPU Kabupaten Sukabumi untuk memperkuat kerja sama dengan media massa dalam menjaga kualitas demokrasi ke depan.
“Kami menyadari peran strategis media dalam menyampaikan informasi kepada publik. Ke depan, sinergi ini akan terus kami bangun demi demokrasi yang sesuai harapan rakyat,” pungkas Rudini. (Red)






