Kunci Persatuan Global Untuk Bebaskan Palestina

SINARPAGINEWS.COM,   MAJALENGKA – Penderitaan kaum Muslim di Gaza tak juga berakhir. Sementara penjajah Zionis justru makin brutal, berbuat di luar batas kemanusiaan.

Krisis pangan semakin mengkhawatirkan. Namun, kecaman dunia tak lagi dihiraukan. Di sisi lain, para penguasa muslim tetap hanya mencukupkan diri dengan kecaman dan solusi damai. Meski Umat Islam hari ini sudah mulai menyerukan jihad sebagai solusi, tapi belum ada aksi nyata yang berarti.

Nasionalisme yang dianut, dan penyakit wahn yang melahirkan rasa takut kehilangan kedudukan dan jabatan, membuat para penguasa negeri muslim ini tidak berani mengirimkan pasukan untuk membebaskan Palestina. Alih-alih mengirimkan tentara, negara-negara Arab sampai detik ini masih menjadikan Israel sebagai mitra ekonomi, politik dan diplomatik mereka. (Tempo.co, 18/10/2024).

Bukankah ini indikasi yang menunjukan kenyataan bahwa negara-negara Arab telah berkolaborasi dengan Zion*s Yahudi untuk membantai saudara-saudara Muslim di Gaza?!

Gaza tidak butuh solusi dua negara karena itu hanyalah akal bulus negara kafir Barat, terutama AS untuk bisa menguasai dan menduduki Tanah Palestina. Gaza memang butuh bantuan kemanusiaan, butuh bantuan pangan, dan obat-obatan.

Namun, itu saja kini tidak cukup. Penduduk Gaza juga tidak butuh relokasi maupun evakuasi. Saat ini, Gaza mebutuhkan tentara. Mereka butuh pasukan lengkap dengan seluruh persenjataannya untuk memukul mundur penjajah sehingga mereka berhenti untuk melakukan kebrutalan terhadap Muslim Gaza. Butuh tentara yang bisa melindungi dan memberi keamanan bagi mereka dari kejahatan para pembunuh.

Oleh karena itu, Gaza butuh persatuan global yang bisa memobilisasi seluruh tentara yang dimiliki negeri-negeri muslim hari ini. Menerjunkan seluruh tentara yang dimiliki untuk melakukan jihad fi sabilillah melawan Zion*s Yahudi. Karena akar masalah dari tragedi Palestina adalah perampasan tanah, penjajahan, bahkan genosida yang dilakukan Zion*s Yahudi.

Namun permasalahannya, komando jihad dari negara mana dan siapa yang akan didengar? Negara manakah yang akan mengerahkan seluruh kemampuan tentaranya dan biaya perangnya untuk melawan kekuatan global yang ada di belakang zionis Israel? Yang bisa menyeimbangkan kekuatan Amerika dan sekutunya?

Negara itu adalah Daulah Khilafah Islamiah ‘ala minhaajin nubuwwah, dengan pemimpinnya yang disebut Khalifah. Satu kepemimpinan politik Islam global yang akan menyatukan para tentara kaum muslim untuk membebaskan Palestina. Itulah kunci satu-satunya cara mengakhiri derita Gaza.

Dengan demikian, “PR” kita hari ini adalah mewujudkan tegaknya Daulah Khilafah itu. Menegakkan Daulah Khilafah tidak mungkin dilakukan oleh sedikit orang sehingga harus merujuk kepada tuntunan Allah dalam QS Ali Imran ayat 104, yakni butuh jamaah.

Dengan merujuk ayat ini, jemaah tersebut haruslah jemaah dakwah yang menyeru kepada al-khair (Islam) dan melakukan amar makruf nahi mungkar. Yang mampu melakukan itu hanyalah jemaah dakwah Islam ideologis, yang menjadikan akidah Islam sebagai landasannya serta melakukan aktivitas politik Islam sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.

Jemaah dakwah inilah yang akan memimpin umat untuk mewujudkan persatuan global yang akan mendorong terealisasinya jihad dan Khilafah. Wallahualam bissawab.

Oleh: Ika Mustaqiroh (Ibu Rumah Tangga, Mompreneur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *