SINARPAGINEWS.COM SUKABUMI – Ketersediaan listrik yang andal bukan hanya berkaitan dengan penerangan rumah tangga, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan usaha, aktivitas industri, pelayanan publik, hingga masuknya investasi ke daerah.
Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Rumah Literasi Merah Putih di Cafe The Bumee, Jalan Lingkar Selatan No. 3, Gunungguruh Girang, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026).
FGD mengangkat tema “Sinergi Pers, Masyarakat dan Penegak Hukum dalam Menciptakan Kondusivitas Investasi, Ketersediaan Energi Listrik, Kemandirian Energi untuk Kemajuan Perekonomian Masyarakat Kabupaten Sukabumi.”
Dalam forum tersebut, PLN hadir melalui perwakilan General Manager PLN UIP JBT. Perwakilan PLN UIP JBT, MSB Perizinan dan Komunikasi Elga Bagus Sulaksmono, mengatakan ketersediaan energi listrik merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung investasi dan aktivitas ekonomi daerah.
“Ketersediaan energi listrik adalah fondasi utama investasi. PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan di Sukabumi. Kami terus melakukan pemeliharaan, penguatan jaringan, dan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan agar kebutuhan industri, UMKM, hingga rumah tangga dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Bagus dalam FGD.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keandalan listrik memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Bagi pelaku UMKM, misalnya, gangguan pasokan listrik dapat memengaruhi proses produksi, penyimpanan barang, transaksi, hingga operasional usaha. Sementara bagi sektor industri, kontinuitas pasokan menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas dan efisiensi.
Karena itu, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan tidak semata-mata menjadi kepentingan penyedia energi maupun investor. Keandalan listrik pada akhirnya berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas sebagai pengguna layanan.
Namun, upaya menjaga keandalan listrik juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. PLN menilai masyarakat, pemerintah daerah, dan media memiliki peran dalam membangun ekosistem energi yang lebih sehat.
“Kami juga butuh dukungan masyarakat dan media untuk mengedukasi pentingnya efisiensi energi dan mendukung program kemandirian energi berbasis potensi lokal. Efisiensi penggunaan listrik dan pemanfaatan energi baru terbarukan di daerah bisa menjadi solusi jangka panjang untuk Sukabumi,” katanya.
Pesan mengenai efisiensi energi menjadi penting di tengah kebutuhan listrik yang terus berkembang. Masyarakat dapat berkontribusi melalui penggunaan listrik secara bijak, sementara pemerintah dan pelaku usaha memiliki ruang untuk mendorong pengembangan energi baru terbarukan sesuai potensi daerah.
Kemandirian energi juga tidak berarti masyarakat harus berjalan sendiri. Pengembangan energi berbasis potensi lokal membutuhkan perencanaan, investasi, regulasi, infrastruktur, serta pengawasan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Dalam forum tersebut, PLN juga menyampaikan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan penegak hukum dalam mengamankan aset kelistrikan serta mendukung percepatan proses perizinan proyek ketenagalistrikan di Kabupaten Sukabumi.
Aspek keamanan aset kelistrikan menjadi perhatian karena jaringan dan infrastruktur listrik merupakan bagian dari fasilitas yang menopang aktivitas masyarakat. Gangguan terhadap aset tersebut berpotensi berdampak pada pelayanan kepada pelanggan dan kegiatan ekonomi.
Di sisi lain, komunikasi publik dinilai memiliki peran penting dalam menjaga pemahaman masyarakat terhadap berbagai persoalan kelistrikan. Informasi mengenai pemadaman terencana, pemeliharaan jaringan, program kelistrikan, hingga keselamatan penggunaan listrik perlu disampaikan secara jelas dan mudah dipahami.
“Kami terbuka untuk berkolaborasi. Dengan sinergi antara PLN, pemerintah, masyarakat, dan pers, kami optimis Sukabumi tidak hanya memiliki pasokan listrik yang cukup, tetapi juga bisa bergerak menuju kemandirian energi untuk kesejahteraan bersama,” ujar Bagus.
Bagi masyarakat, keterbukaan informasi mengenai kondisi dan pengembangan sistem kelistrikan menjadi bagian penting dari pelayanan publik. Informasi yang akurat mengenai pemadaman terencana maupun gangguan jaringan dapat membantu masyarakat, terutama pelaku usaha, menyiapkan langkah antisipasi.
Karena itu, sinergi antara pers, masyarakat, pemerintah, PLN, dan penegak hukum perlu diarahkan bukan hanya untuk mendukung kelancaran investasi, tetapi juga memastikan pembangunan infrastruktur energi memberikan manfaat yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kabupaten Sukabumi memiliki wilayah yang luas dengan aktivitas ekonomi yang terus berkembang. Kebutuhan energi pun berpotensi meningkat seiring pertumbuhan industri, UMKM, kawasan permukiman, layanan publik, dan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.
Dalam kondisi tersebut, agenda ketenagalistrikan perlu ditempatkan sebagai bagian dari kepentingan pembangunan daerah. Listrik yang andal dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi masyarakat juga membutuhkan pelayanan yang transparan, aman, efisien, dan berkelanjutan.
FGD Rumah Literasi Merah Putih menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai kepentingan tersebut. Komunikasi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai kebutuhan energi sekaligus mendorong solusi yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Pada akhirnya, ketersediaan listrik bukan sekadar persoalan berapa banyak energi yang tersedia, tetapi juga bagaimana energi tersebut dapat diakses secara andal, aman, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung kehidupan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi.
Dengan keterlibatan masyarakat, dukungan pemerintah, peran pers dalam memberikan informasi yang akurat, serta komitmen penyedia energi dalam menjaga keandalan layanan, pembangunan sektor ketenagalistrikan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sukabumi.






