Marcell Darwin: Dalam Sujudku Mengajarkan Saya tentang Kesalahan dan Perubahan Diri

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Aktor Marcell Darwin menilai film Dalam Sujudku menjadi ruang refleksi tentang kesalahan dan upaya memperbaiki diri. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri press screening dan konferensi pers film tersebut.

“Karakter Farid itu belajar menjadi lebih baik. Saya juga masih belajar, sebagai manusia kita tidak lepas dari kesalahan. Jadi sama-sama belajar saja,” kata Marcell di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat, 10 April 2026.

Dalam film tersebut, Marcell memerankan Farid, sosok yang menghadapi konflik rumah tangga sekaligus pergulatan batin untuk berubah. Ia menilai, cerita yang diangkat menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan kedua selama ada kemauan untuk berbenah.

Menurut dia, titik balik seseorang kerap muncul seiring bertambahnya tanggung jawab dalam hidup, terutama setelah berkeluarga. Kehadiran anak, kata dia, menjadi dorongan kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Kalau dibilang titik balik, mungkin ketika sudah punya anak. Pasti ingin jadi contoh yang baik untuk anak dan istri,” ujarnya.

Meski memerankan karakter dengan dinamika rumah tangga yang kompleks, Marcell menegaskan kehidupan pribadinya tetap berjalan harmonis. Ia mengaku masih menunggu respons sang istri yang belum sempat menyaksikan film tersebut.

“Saya tetap sayang sama istri saya. Kebetulan dia belum nonton, jadi saya menunggu reaksinya seperti apa,” kata dia.

Marcell juga menyoroti pentingnya menjaga batasan diri dalam menghadapi godaan hidup. Ia menilai kontrol diri menjadi kunci agar seseorang tidak terjebak dalam kesalahan yang sama.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa predikat sebagai “orang baik” bukanlah penilaian pribadi, melainkan datang dari lingkungan sekitar.

“Yang menilai kita baik itu teman-teman, istri, dan orang-orang terdekat. Menurut saya, manusia yang baik adalah yang bisa bermanfaat bagi banyak orang,” tuturnya.

Dari sisi produksi, Marcell mengungkapkan proses reading berlangsung selama sekitar tiga minggu. Proses tersebut membuat para pemain lebih siap saat memasuki tahap pengambilan gambar.

“Reading sampai tiga minggu, jadi saat di lokasi tinggal eksekusi. Pendalaman karakter sudah rapi dari awal,” ujarnya.

Ia juga mendapat ruang dari sutradara untuk mengeksplorasi karakter Farid, termasuk mengusulkan perubahan dialog selama masih sejalan dengan alur cerita. Namun, setiap perubahan tetap melalui proses diskusi.

“Tetap didiskusikan dulu, jadi tidak keluar dari karakter,” kata Marcell.

Meski proses syuting berjalan relatif lancar, ia mengaku tetap menghadapi sejumlah tantangan, baik teknis maupun personal. Salah satunya adalah menjaga emosi saat menjalani adegan dramatis di tengah situasi tak terduga.

“Ada adegan nangis, lagi serius tiba-tiba ada yang ngorok. Itu susah banget nahan ketawa,” ujarnya.

Marcell menegaskan tidak ada kemiripan antara dirinya dengan karakter Farid. Baginya, peran tersebut merupakan bagian dari eksplorasi akting yang terpisah dari kehidupan pribadi.

Film Dalam Sujudku dijadwalkan tayang pada April 2026, mengangkat tema tentang ujian kesetiaan, keimanan, serta perjalanan seseorang dalam menemukan jalan kembali untuk menjadi pribadi yang lebih baik.**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *