Menuju 2027, Pemkot Sukabumi Perkuat Program Stunting dan Kinerja Layanan Kesehatan

SINARPAGINEWS.COM, KOTA SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi mulai mematangkan arah pembangunan sektor kesehatan tahun 2027 dengan menempatkan penanganan stunting dan peningkatan kualitas layanan kesehatan sebagai prioritas utama.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pembukaan Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi 2026 yang digelar di Ruang Pertemuan Atas Dinas Kesehatan, Selasa (3/2/2026).

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menegaskan, perencanaan kesehatan daerah harus selaras dengan agenda nasional dalam mewujudkan pemerataan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Menurutnya, birokrasi di sektor kesehatan harus dibangun sebagai sistem yang terukur, transparan, dan akuntabel. Setiap program diwajibkan memiliki indikator kinerja yang jelas serta dipantau secara rutin melalui Key Performance Indicator (KPI).

“Perencanaan tidak boleh berhenti di atas kertas. Program harus terukur, dipantau setiap bulan, dan benar-benar berdampak pada masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Bobby mengingatkan bahwa daerah kini menghadapi tantangan berkurangnya dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut menuntut Pemerintah Kota Sukabumi untuk memperkuat kemandirian fiskal.

Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kata dia, menjadi kunci agar kebutuhan layanan publik tetap dapat terpenuhi, khususnya pada sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

“Dengan tata kelola keuangan yang baik dan kekompakan seluruh perangkat daerah, pelayanan kesehatan harus tetap optimal meski di tengah keterbatasan anggaran,” tegasnya.

Forum ini dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Dinas Kesehatan, Bappeda, BPJS, rumah sakit, perbankan, PMI, organisasi profesi kesehatan, kepala puskesmas hingga lembaga pendidikan kesehatan. Kehadiran lintas sektor tersebut menegaskan bahwa pembangunan kesehatan membutuhkan kolaborasi luas.

Pada kesempatan itu, Pemkot Sukabumi juga mengapresiasi capaian Universal Health Coverage (UHC) kategori Madya yang telah diraih. Capaian ini menandakan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan jaminan kesehatan.

Sebagai penutup, pemerintah meluncurkan inovasi program graduasi stunting serta program pencegahan stunting baru. Program tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.

Melalui perencanaan sejak awal tahun, Pemkot Sukabumi berharap layanan kesehatan di masa mendatang semakin berkualitas, merata, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *