SINARPAGINEWS.COM, BEKASI – Tim Peneliti STIKes Medistra Indonesia dan Universitas Bani Saleh melaksanakan kegiatan penelitian bersama (Joint Research) dengan pendanaan Hibah Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026 di wilayah kerja Puskesmas Sepanjang Jaya dan Pengasinan serta Sekolah Lansia Medistra Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan secara fundamental model konseptual Family Meeting Program (FMP2C1S) berbasis teknologi digital melalui aplikasi Mobile Skrining Stroke Terpadu (M-SST) untuk mendukung upaya pencegahan stroke berulang.
Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian serius karena dapat menyebabkan kecacatan, penurunan kualitas hidup, bahkan kematian. Pencegahan stroke tidak hanya dilakukan setelah seseorang mengalami gejala, tetapi perlu dimulai melalui pengenalan dan pengendalian faktor risiko sedini mungkin.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu mendekatkan proses skrining, edukasi, dan pemantauan faktor risiko stroke kepada individu, keluarga, dan masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya penguatan strategi pencegahan stroke, tim peneliti dosen STIKes Medistra Indonesia mengembangkan Mobile Skrining Stroke Terpadu (M-SST), sebuah inovasi berbasis teknologi digital yang dirancang untuk mendukung proses skrining faktor risiko stroke secara lebih praktis, terstruktur, dan mudah digunakan.
M-SST dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna di masyarakat, khususnya kelompok usia lanjut yang membutuhkan media skrining yang sederhana, informatif, dan mudah diakses.
Salah satu keunggulan yang dikembangkan dalam M-SST adalah pendekatan skrining yang terintegrasi dengan edukasi dan tindak lanjut. Skrining tidak berhenti pada proses pengisian pertanyaan, tetapi diarahkan untuk membantu pengguna memahami pentingnya mengenali faktor risiko serta melakukan berbagai upaya pencegahan
Dengan demikian, teknologi tidak hanya digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan informasi, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Pemberdayaan Keluarga
Pengembangan M-SST juga memiliki relevansi yang kuat dalam konteks pemberdayaan keluarga karena merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya tentang Family Meeting Program (FMP2C1S) dalam pencegahan stroke.
Pencegahan stroke membutuhkan dukungan orang-orang terdekat, terutama ketika pengguna merupakan lansia atau individu yang memiliki beberapa faktor risiko.
Keluarga dapat berperan dalam membantu proses skrining, mengingatkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, mendukung perubahan gaya hidup, serta mendorong kepatuhan terhadap rekomendasi tenaga kesehatan.
Uji coba aplikasi M-SST telah dilakukan kepada masyarakat luas, salah satunya di Sekolah Lansia Medistra Indonesia, Kecamatan Rawa Lumbu.
Uji coba tersebut dilakukan untuk melihat bagaimana aplikasi digunakan secara langsung oleh calon pengguna. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan interaksi antara tim peneliti dengan pengguna ketika mencoba aplikasi, termasuk proses pendampingan dalam mengakses dan mengisi instrumen skrining melalui perangkat mobile.
Uji coba tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan aplikasi karena memungkinkan tim peneliti memperoleh gambaran mengenai pengalaman pengguna.
Beberapa aspek yang diamati antara lain kemudahan dalam mengakses aplikasi, kejelasan instruksi, pemahaman terhadap pertanyaan, kemudahan dalam melakukan pengisian, serta kenyamanan pengguna selama mengikuti proses skrining.
Masukan dari pengguna menjadi bahan penting bagi tim peneliti untuk melakukan penyempurnaan sebelum aplikasi digunakan pada tahap implementasi yang lebih luas.
Dilengkapi Pocket Guide M-SST
Untuk mendukung penggunaan M-SST, dikembangkan pula Pocket Guide M-SST sebagai panduan praktis.
Panduan ini dapat membantu pengguna maupun pendamping memahami langkah-langkah penggunaan aplikasi, mengikuti alur skrining, serta memahami informasi yang diberikan setelah proses skrining selesai.
Kehadiran panduan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konsistensi penggunaan aplikasi sekaligus memudahkan tenaga kesehatan atau kader ketika mendampingi masyarakat.
Pengembangan M-SST merupakan salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung transformasi pelayanan dan promosi kesehatan, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular.
Melalui integrasi antara teknologi, skrining faktor risiko, edukasi, dan pemberdayaan keluarga, M-SST diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif inovatif untuk mendukung deteksi dini risiko stroke di masyarakat.
Lebih jauh, inovasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan sebuah aplikasi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk lebih proaktif dalam mengenali dan mengendalikan faktor risiko stroke.
Individu dan keluarga diharapkan tidak menunggu sampai gejala stroke muncul, tetapi mulai melakukan langkah-langkah pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, penerapan pola hidup sehat, pengendalian faktor risiko, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan tindak lanjut.






