Primaya Evasari Hospital Rayakan 50 Tahun dengan Reuni Pasien PICU dan NICU

SINARPAGINEWA.COM, JAKARTA – Primaya Evasari Hospital menandai 50 tahun pelayanannya dengan mempertemukan kembali para alumni Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) bersama dokter serta tenaga kesehatan yang pernah merawat mereka. Kegiatan bertajuk Golden Memories and Pediatric Emergency Center: Merajut Kasih Ibu dan Anak Bersama Primaya Evasari Hospital itu menjadi penegasan bahwa pendampingan terhadap pasien anak berlanjut setelah mereka meninggalkan rumah sakit.

Sekitar 30 keluarga atau lebih dari 120 peserta menghadiri acara yang berlangsung di Gran Alia Cikini, Jakarta, Sabtu, 19 Juli 2026. Mereka terdiri atas anak-anak yang pernah menjalani perawatan di PICU dan NICU beserta orang tuanya.

CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali mengatakan rumah sakit tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan ribuan keluarga selama lima dekade, mulai dari proses kelahiran hingga masa pemulihan anak.

“Melalui Golden Memories, kami ingin merayakan setiap kisah perjuangan sekaligus menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak berhenti ketika pasien pulang. Kepercayaan masyarakat selama lima dekade menjadi amanah yang akan terus kami jaga melalui pelayanan yang berkualitas dan berorientasi pada keluarga,” kata Leona.

Dalam kegiatan itu, Primaya Evasari Hospital juga memperkenalkan maskot baru bernama Kelinci Eva. Selain itu, rumah sakit menggelar sesi edukasi bersama dokter spesialis dan subspesialis mengenai kesehatan bayi baru lahir, gangguan saluran cerna, penyakit jantung pada anak, hingga penanganan kondisi kegawatdaruratan.

Dokter spesialis anak dr. Desy Dewi Saraswati mengatakan masa bayi merupakan periode penting yang menentukan tumbuh kembang anak. Menurut dia, pendampingan kesehatan perlu dilakukan sejak dini melalui pemberian ASI eksklusif, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, serta edukasi kepada orang tua agar mampu mengenali kondisi darurat.

“Melalui edukasi yang tepat, kami berharap orang tua semakin percaya diri dalam merawat anak serta mengetahui kapan harus segera mencari pertolongan medis,” ujarnya.

Direktur Primaya Evasari Hospital dr. Wily Kurniady mengatakan setiap anak yang pernah dirawat di PICU maupun NICU memiliki kisah perjuangannya sendiri.

“Bagi kami, kebahagiaan terbesar adalah melihat mereka tumbuh sehat, aktif, dan kembali datang bersama keluarganya. Momen seperti ini menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik,” katanya.

Salah satu kisah yang dibagikan dalam acara itu adalah seorang anak yang lahir prematur dengan berat 1.200 gram. Kondisinya sempat memburuk hingga berat badannya turun menjadi sekitar 900 gram dan harus menjalani perawatan intensif di NICU. Sepuluh tahun kemudian, anak tersebut kembali ke rumah sakit dalam kondisi sehat dan aktif.

Selain menjadi ajang reuni, Golden Memories diisi dengan permainan keluarga, hiburan, serta sesi berbagi pengalaman antarorang tua. Primaya Evasari Hospital menyatakan akan terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan family-centered care, dengan menempatkan pendampingan keluarga sebagai bagian dari proses pelayanan kesehatan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *