SINARPAGINEWS.COM BANDUNG – Disrupsi digital dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia jurnalistik. Di tengah perubahan tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat dinilai perlu menghadirkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin adaptif, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan anggotanya.
Berangkat dari semangat tersebut, calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031, Tantan Sulthon, menawarkan konsep “PWI Jabar Istimewa” melalui lima program unggulan yang dirancang sebagai peta jalan (roadmap) transformasi organisasi. Gagasan itu mengedepankan peningkatan kompetensi wartawan, perlindungan profesi, penguatan kelembagaan, hingga perluasan kemitraan strategis.
Mengusung visi “Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya Maju dan Sejahtera,” Tantan menegaskan bahwa organisasi profesi harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai independensi, profesionalisme, dan integritas jurnalistik.
Program pertama yang diusung adalah Wartawan Multimedia. Melalui program ini, anggota PWI didorong menguasai berbagai keterampilan baru, mulai dari pemanfaatan AI dalam kerja jurnalistik, produksi video, podcast, pengelolaan media sosial, hingga jurnalisme digital. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi kebutuhan agar wartawan tetap relevan dan mampu bersaing di tengah konvergensi media.
Komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia juga diwujudkan melalui target penyelenggaraan 1.000 Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Gratis. Program ini diharapkan memperluas kesempatan anggota mengikuti sertifikasi kompetensi sekaligus memperoleh pelatihan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme.
Di bidang perlindungan profesi, Tantan mengusung program Perlindungan Profesi Wartawan dengan mendorong kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota PWI. Langkah tersebut diharapkan memberikan jaminan sosial sekaligus memperkuat perlindungan bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Tak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas individu, Tantan juga menggagas pembentukan PWI Creative Hub. Program ini bertujuan menjadikan kantor PWI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sebagai rumah bersama wartawan, pusat pelatihan, ruang kolaborasi, inkubator kreativitas, sekaligus tempat lahirnya inovasi di bidang jurnalistik.
Untuk memperkuat eksistensi organisasi, Tantan turut menawarkan program Kemitraan Strategis dengan pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi yang produktif sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan anggota.
Menurut Tantan, organisasi yang kuat bukan hanya mampu menjaga marwah profesi, tetapi juga harus menghadirkan manfaat nyata bagi anggotanya. Oleh karena itu, kelima program yang diusung dirancang saling terintegrasi, mulai dari peningkatan kompetensi, perlindungan profesi, pengembangan kreativitas, hingga perluasan jejaring kerja sama.
Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat 2026 menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi lima tahun ke depan. Melalui gagasan “PWI Jabar Istimewa”, Tantan Sulthon berharap PWI Jawa Barat mampu menjadi organisasi wartawan yang modern, adaptif terhadap perkembangan teknologi, berdaya saing tinggi, serta menjadi contoh penguatan organisasi profesi di tingkat nasional.
“PWI Jabar Istimewa bukan sekadar slogan, tetapi komitmen membangun wartawan yang kompeten, organisasi yang kuat, dan anggota yang semakin maju serta sejahtera di tengah perubahan ekosistem media,” menjadi semangat yang diusung dalam lima program unggulan tersebut.






