mpq Ungkap Alasan Album Dignified Losers Berisi Lagu Berbahasa Inggris

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Unit musik alternatif asal Jakarta, mpq, memilih sembilan lagu berbahasa Inggris untuk album penuh kedua mereka, Dignified Losers, yang dijadwalkan rilis pada 23 Oktober 2026. Pilihan tersebut bukan hasil kesepakatan khusus untuk menggunakan bahasa Inggris, melainkan berangkat dari kecocokan melodi dan lirik selama proses kreatif.

Para personel mpq menjelaskan, sejak awal mereka tidak pernah menetapkan bahasa tertentu sebagai standar dalam penulisan lagu. Dalam proses penciptaan, mereka juga membuat materi berbahasa Indonesia. Namun, tidak semua lagu terasa cocok ketika dipasangkan dengan bahasa yang berbeda.

Ada melodi yang dinilai lebih sesuai dengan lirik berbahasa Inggris. Sebaliknya, ketika dicoba menggunakan bahasa Indonesia, liriknya justru terasa kurang menyatu dengan karakter melodi.

Karena itu, lagu-lagu berbahasa Inggris yang dianggap paling sesuai akhirnya dipilih untuk dirangkai menjadi satu kesatuan dalam Dignified Losers. Sementara itu, materi berbahasa Indonesia tidak langsung dibuang dan masih berpeluang dirilis pada kesempatan lain.

Menurut para personel, lagu-lagu tersebut dapat diperkenalkan kepada pendengar ketika tema dan suasananya sudah terasa relevan dengan arah musikal mpq.

Album Dignified Losers memuat sembilan lagu yang mengangkat tema cinta, ketidakpastian, duka, dan berbagai pengalaman menghadapi kekalahan. Melalui album ini, mpq ingin menggambarkan usaha seseorang untuk tetap bertahan tanpa sepenuhnya menyerah pada keadaan.

“Menurut kami kayanya kita tuh harus tahu gimana caranya kalah tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri. Hal yang kami pelajari beberapa tahun belakangan adalah gimana buat kalah tapi ngga takluk sepenuhnya. Album ini tentang usaha-usaha buat ngga takluk ke bad days dan losing scenarios itu sendiri,” jelas mpq dalam keterangan mereka.

mpq diperkuat Abram Dionisius pada gitar, Alit Djarot sebagai vokalis, Daniel Hasudungan pada gitar, Rakaputra pada bas, dan Rakha Suryandaru pada drum.

Selain membahas proses kreatif, para personel juga menyinggung asal-usul nama mpq. Nama tersebut berawal dari candaan di masa kuliah ketika mereka memainkan berbagai istilah dan sebutan kelompok. Candaan itu kemudian melekat dan digunakan sebagai identitas band.

Mereka tidak merancang nama tersebut melalui konsep yang rumit. Namun, ketika mulai menjalani kegiatan bermusik secara serius, nama itu dirasa tetap sesuai dengan karakter dan pendekatan musikal yang ingin mereka bangun.

Sebelum merilis Dignified Losers, mpq telah meluncurkan tiga single, yakni “Not for Anyone Else” pada Juli, “Someplace Sometime Somehow” pada Agustus, serta “Goodbye Everest” yang menampilkan Nabila Hanina pada September 2026.

Single “Someplace Sometime Somehow” juga menjadi original soundtrack film Hasut garapan sutradara Ilya Sigma, yang dirilis pada 8 Oktober 2026. Sebelumnya, lagu “Musim Baru” turut digunakan dalam film pendek Autosave karya Imanuel Bolaman, yang tayang perdana di New York Asian Film Festival 2026 pada Juli lalu.

Untuk pengerjaan visual album, mpq kembali berkolaborasi dengan Fahreza Aditya, rekan kreatif yang telah terlibat sejak awal perjalanan band. Artwork album debut mereka sebelumnya sempat masuk nominasi Best Album Artwork dalam sebuah ajang penghargaan musik Indonesia pada 2019.

Melalui Dignified Losers, mpq tidak hanya merangkum sembilan lagu tentang kekalahan, tetapi juga memperlihatkan proses mereka dalam menemukan bentuk ekspresi yang paling sesuai. Bagi band ini, pilihan bahasa, melodi, dan tema menjadi bagian dari perjalanan kreatif yang berkembang seiring waktu.

Album penuh kedua mpq, Dignified Losers, dijadwalkan dirilis pada 23 Oktober 2026.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *