SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Aktor Yama Carlos menghadapi tantangan tersendiri saat membintangi film horor Rarangken produksi PAS Production. Ia harus mendalami karakter Abang Arman yang berlatar belakang budaya Sunda, mulai dari mempelajari logat hingga bahasa agar perannya terasa alami di layar lebar.
Yama mengatakan, memerankan tokoh dengan latar budaya berbeda membutuhkan persiapan khusus. Ia ingin penonton tidak sekadar melihat dirinya berakting, tetapi juga merasakan bahwa karakter Abang Arman benar-benar berasal dari lingkungan masyarakat Sunda.
“Bagaimana caranya menyampaikan kepada penonton, ketika mereka melihat, oh ya, Abang Arman ini memang orang Sunda,” ujar Yama saat diwawancarai mengenai keterlibatannya dalam film Rarangken, Senin (26/10/2026).
Untuk mendalami peran tersebut, Yama mengikuti lokakarya selama beberapa hari sebelum proses syuting dimulai. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk mempelajari logat dan bahasa Sunda agar dialog yang dibawakan terdengar lebih natural.
Tak hanya menjadi tantangan bagi para pemain, film Rarangken juga berupaya memperkenalkan tradisi dan kepercayaan masyarakat Sunda yang belum banyak dikenal publik. Unsur budaya lokal tersebut diangkat sebagai bagian penting dalam cerita horor yang disuguhkan kepada penonton.
Yama menilai kebudayaan Sunda masih menyimpan banyak cerita menarik yang berpotensi diangkat menjadi karya film. Ia berharap semakin banyak sineas yang menggali tradisi daerah untuk menghadirkan cerita dengan warna berbeda di tengah maraknya film horor Indonesia.
Melalui Rarangken, penonton diharapkan tidak hanya menikmati ketegangan cerita, tetapi juga mengenal kekayaan tradisi dan kepercayaan masyarakat Sunda yang menjadi inspirasi film tersebut.*






