Oleh: Aam Abdul Salam
Penasehat PWI Kabupaten Sukabumi & Penasehat SMSI Sukabumi Raya
SINARPAGINEWS.COM, SUKABUMI- Hari Pers Nasional (HPN) 2026 hadir bukan sekadar sebagai perayaan tahunan. Ia datang sebagai cermin besar bagi bangsa ini: sejauh mana pers masih berdiri tegak sebagai penjaga akal sehat publik, sekaligus penuntun arah pembangunan.
Tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” membawa pesan yang dalam. Pers yang sehat bukan hanya soal industri media yang bertahan, tetapi tentang hadirnya jurnalisme yang jernih di tengah kebisingan zaman.
Di Kabupaten Sukabumi, tema ini terasa begitu dekat. Sebab Sukabumi bukan sekadar sebuah wilayah administratif. Ia adalah hamparan potensi, tanah luas yang menyimpan harapan, sekaligus ruang hidup jutaan masyarakat yang menanti kesejahteraan nyata.
Ketika Pers Menjadi Wajah Daerah
Kabupaten Sukabumi dianugerahi kekayaan yang tidak kecil: pariwisata yang memukau, sumber daya alam yang melimpah, pertanian yang tumbuh, hingga industri yang mulai menancapkan kaki.
Namun, potensi tidak pernah cukup hanya disimpan. Potensi harus dikenalkan. Harapan harus disuarakan. Dan di sinilah pers mengambil perannya.
Pers menjadi “wajah” daerah di mata dunia.
Melalui berita yang objektif dan narasi yang kredibel, Sukabumi diperkenalkan bukan sebagai wilayah pinggiran, tetapi sebagai ruang masa depan.
Ketika pers menulis tentang kemajuan infrastruktur seperti Tol Bocimi, yang dibangun bukan hanya jalan beton, melainkan jembatan harapan bagi konektivitas ekonomi. Ketika pers menyampaikan kemudahan investasi dan kesiapan daerah, sesungguhnya pers sedang membuka pintu bagi datangnya kesempatan.
Menjaga Udara Kondusif bagi Investasi
Investasi tidak tumbuh di tanah kegaduhan. Ia hanya tumbuh dalam ruang yang tenang, pasti, dan dipercaya.
Investor tidak hanya membaca angka, tetapi juga membaca suasana. Mereka mendengar denyut stabilitas sosial. Mereka mengamati ketenangan daerah.
Maka pers di Kabupaten Sukabumi memikul amanah besar: menjaga ruang publik tetap waras.
Menjadi penjernih di tengah kabut hoaks.
Menjadi penyejuk di tengah provokasi.
Menjadi suara akal sehat di tengah riuh ketidakpastian.
Dengan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik, pers bukan sekadar melaporkan peristiwa, tetapi merawat kondusivitas, menjaga agar Sukabumi tetap menjadi rumah yang aman bagi investasi dan pembangunan.
Kritik yang Menyuburkan, Bukan Merobohkan
Namun pers yang sehat bukan pers yang membisu.
Pers yang sehat adalah pers yang tetap tajam, tetapi tidak menikam. Kritis, tetapi tidak destruktif.
Justru melalui fungsi kontrol sosial, pers memastikan bahwa investasi yang datang tidak berubah menjadi beban, bahwa proyek pembangunan tidak menjauh dari rakyat.
Pers harus bertanya:
Apakah investasi ini membawa kesejahteraan?
Apakah masyarakat lokal menjadi bagian dari kemajuan?
Apakah alam Sukabumi tetap dijaga untuk generasi mendatang?
Kritik yang membangun adalah pupuk bagi tata kelola yang lebih transparan dan pemerintahan yang lebih dipercaya.
HPN 2026: Momentum Meneguhkan Peran Pers Sukabumi
Tahun 2026 akan menjadi tahun persaingan ekonomi yang semakin ketat. Daerah berlomba mencari peluang. Dunia bergerak cepat. Kabupaten Sukabumi harus mampu berdiri sejajar, merebut investasi, membuka lapangan kerja, dan mempercepat kesejahteraan.
Di sinilah HPN 2026 menjadi momentum penting: pers Sukabumi harus terus bertumbuh, bertransformasi, dan menjadi mitra strategis pembangunan.
Dengan informasi yang edukatif, proporsional, dan bertanggung jawab, pers akan menjadi nadi yang menjaga ekonomi tetap hidup.
Karena pers yang sehat akan melahirkan kepercayaan. Kepercayaan akan menghadirkan investasi. Investasi akan menggerakkan ekonomi. Dan ekonomi yang bergerak akan membawa kesejahteraan.
Pers sehat, Sukabumi kuat. Investasi tumbuh, rakyat berdaya. Bangsa maju, dari daerah yang bercahaya.






