Program Insentif Kota Sukabumi Mulai Cair, Warga Sampaikan Terima Kasih kepada Pemkot

SINARPAGINEWS.COM KOTA SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi mulai mencairkan Program Insentif Masyarakat pada akhir Juni 2026. Pencairan tersebut disambut positif oleh para penerima manfaat, salah satunya pengurus RT/RW yang menyampaikan apresiasi atas realisasi program tersebut.

Ucapan terima kasih itu terekam dalam sebuah video yang diunggah pada Senin (29/6/2026). Dalam video tersebut, perwakilan Pengurus RW 3 Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, mengapresiasi Pemerintah Kota Sukabumi karena insentif telah dicairkan sesuai jadwal.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami dari Pengurus RW 3, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah mencairkan insentif tepat waktu,” ujar perwakilan pengurus RW.

Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Sukabumi meningkatkan alokasi anggaran Program Insentif Masyarakat dari Rp19,5 miliar pada 2025 menjadi Rp22 miliar. Kenaikan anggaran tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan penghargaan kepada para pelayan masyarakat yang selama ini berperan langsung di lingkungan.

Peningkatan anggaran terbesar diberikan kepada operasional Posyandu yang naik dari Rp2,88 miliar menjadi Rp4,35 miliar. Kebijakan ini ditujukan untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting serta meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Sementara itu, alokasi insentif bagi Ketua RT dan RW juga meningkat menjadi Rp12,45 miliar. Adapun insentif bagi marbot dan guru ngaji tetap dialokasikan sebesar Rp2,68 miliar, sedangkan untuk petugas Linmas mencapai Rp2,53 miliar.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, menegaskan bahwa Program Insentif Masyarakat merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada para penggerak pelayanan di tingkat akar rumput.

“Program insentif masyarakat merupakan bentuk apresiasi tertinggi pemerintah atas dedikasi tanpa lelah dari para Ketua RT/RW, petugas Linmas, kader Posyandu, serta marbot dan guru ngaji yang menjadi fondasi kenyamanan Kota Sukabumi,” ujar Andang.
Di tengah pelaksanaan berbagai program unggulan daerah seperti Home Care, Ambulans Gratis, Puskesmas Gratis, Menata Kebaikan Tech, dan Ngopy, Pemerintah Kota Sukabumi memastikan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.

Selain itu, Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) juga direncanakan kembali dilaksanakan pada perubahan APBD 2026. Sebelumnya, program tersebut telah berjalan pada 2025 dengan anggaran sebesar Rp8,9 miliar dan akan dilanjutkan sambil menunggu tambahan dana transfer dari pemerintah pusat.

Jurnalis: Deni Silalahi

Editor: Iyan Sopyan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *