Puncak HPN Kab. Sukabumi, Aam Abdul Salam: Di Tengah Disrupsi Digital, Pers Harus Tetap Profesional dan Berintegritas

SINARPAGINEWS.COM KAB. SUKABUMI — Di tengah derasnya arus disrupsi digital dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), insan pers dituntut untuk tetap menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Hal tersebut disampaikan Penasehat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, Aam Abdul Salam, S.Ag, dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Jalan Wartawan, Cisaat, Kamis (9/4/2026).

Menurut Aam, transformasi digital telah mengubah lanskap penyebaran informasi menjadi serba cepat dan masif. Kondisi ini, di satu sisi memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat, namun di sisi lain juga membuka ruang bagi maraknya informasi yang tidak terverifikasi.

“Di tengah perkembangan digital dan AI saat ini, pers harus tetap menjadi garda terdepan dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada publik akurat, berimbang, dan dapat dipercaya,” ujarnya.

Ia menegaskan, profesionalisme dan integritas menjadi kunci utama agar pers tetap dipercaya masyarakat. Tanpa kedua hal tersebut, media akan mudah tergerus oleh arus informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.

Puncak HPN 2026 yang digagas PWI Kabupaten Sukabumi ini turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari insan pers lintas organisasi, Forkopimda, perangkat daerah (OPD/SKPD), akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh masyarakat.

Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa pers memiliki posisi strategis sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan konstruktif.

Aam menambahkan, selama ini PWI Kabupaten Sukabumi terus berupaya membangun sinergi yang kuat antara pers dan pemerintah daerah dalam menyampaikan berbagai program pembangunan secara transparan dan akuntabel.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pers sangat penting agar informasi yang disampaikan benar, berimbang, serta mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan literasi bagi wartawan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik ke depan tidak hanya datang dari sesama insan pers, tetapi juga dari kemajuan teknologi yang terus berkembang.

“Ke depan, persaingan bukan hanya dengan manusia, tetapi juga dengan teknologi. Karena itu, wartawan harus terus meningkatkan kapasitas dan literasinya agar tetap relevan,” tegasnya.

Peringatan HPN 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi bagi insan pers untuk terus menjaga kualitas, integritas, serta kepercayaan publik di tengah disrupsi digital yang kian masif. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *