Rumah123 dan BSI Digitalisasi 1.200 Aset Lelang, Harga Properti Bisa 56,8 Persen Lebih Murah

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA  — Platform properti Rumah123 berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan 1.200 aset lelang ke dalam marketplace digital. Inisiatif ini ditujukan untuk memperluas akses kepemilikan hunian di tengah tantangan daya beli masyarakat.

Langkah tersebut menjadikan BSI sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang mendigitalisasi portofolio aset lelang secara nasional melalui platform properti. Kolaborasi ini juga dinilai sebagai upaya mendorong inklusi keuangan syariah sekaligus mempercepat transaksi properti berbasis digital.

CEO Rumah123, Wasudewan, mengatakan tren pencarian properti saat ini menunjukkan pergeseran ke arah hunian dengan harga lebih terjangkau. Menurut dia, konsumen semakin sensitif terhadap harga dan mengutamakan transparansi dalam proses pembelian.

“Kami melihat pergeseran perilaku konsumen yang semakin kuat ke ranah digital, dengan fokus pada value dan transparansi. Integrasi ini memastikan 1.200 aset strategis dari BSI dapat diakses lebih luas oleh masyarakat,” ujar Wasudewan dalam keterangan resmi (29/4/2026).

Berdasarkan data internal Rumah123 tahun 2026, aset lelang menawarkan harga rata-rata 56,8 persen lebih rendah dibandingkan pasar reguler. Pada beberapa jenis properti, efisiensi harga bahkan dapat mencapai 79,6 persen.

Untuk rumah tapak, misalnya, harga pasar rata-rata berada di kisaran Rp 1,75 miliar, sementara aset lelang ditawarkan sekitar Rp 729 juta atau 58,4 persen lebih murah. Adapun ruko rata-rata turun dari Rp 3,17 miliar menjadi Rp 1,20 miliar, sedangkan gudang dari Rp 2,8 miliar menjadi sekitar Rp 572 juta.

Dari sisi perbankan, BSI menegaskan bahwa aspek legalitas dan keamanan transaksi menjadi prioritas. Retail Collection, Restructuring & Recovery Group Head BSI, Immadha Handy Kusuma, mengatakan seluruh aset yang ditawarkan telah melalui proses verifikasi.

“Setiap aset memiliki kepastian hukum yang jelas. Pembeli akan menerima Risalah Lelang yang memiliki kekuatan hukum setara dengan Akta Jual Beli,” ujar Immadha.

Ia menambahkan, digitalisasi ini juga bertujuan menghapus stigma bahwa proses lelang properti rumit dan berisiko. Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari strategi BSI dalam mengoptimalkan pemulihan aset (asset recovery) di tengah dinamika ekonomi.

Sebagai agregator, Rumah123 memastikan seluruh aset yang ditampilkan memenuhi standar kelayakan, termasuk aspek legalitas dan kesesuaian dengan prinsip syariah. Platform ini juga menyediakan panduan edukatif bagi pengguna agar lebih memahami proses pembelian aset lelang.

Kolaborasi antara Rumah123 dan BSI diharapkan dapat memperkuat ekosistem properti syariah digital di Indonesia. Selain itu, inisiatif ini juga ditujukan untuk mengedukasi pasar bahwa aset lelang dapat menjadi solusi kepemilikan hunian yang efisien dan kredibel, bukan sekadar alternatif.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *