SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Tugu Proklamasi, Jakarta, kembali menjadi titik temu keluarga besar pelajar pejuang kemerdekaan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. Di tempat yang menjadi salah satu penanda lahirnya Republik Indonesia itu, mereka tak hanya menggelar upacara, tetapi juga merawat ingatan tentang perjuangan kemerdekaan agar tetap tersambung kepada generasi berikutnya.
Penerus Keluarga Besar Pelajar Pejuang Kemerdekaan (PKB-PPK) kembali menggelar upacara di Tugu Proklamasi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi yang telah mereka jalankan sejak 2008.
Bagi keluarga pejuang yang terlibat, peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda tahunan. Upacara menjadi ruang untuk mempertemukan generasi yang memiliki hubungan langsung dengan sejarah perjuangan bangsa dengan generasi muda yang kini menerima tongkat estafet pembangunan.
Ketua panitia, Muhammad Noorghazali, mengatakan dirinya merasa bangga dapat kembali berdiri di Tugu Proklamasi bersama generasi ketiga keluarga pejuang kemerdekaan.
“Suatu kebanggaan saya bisa berdiri di sini bersama teman-teman saya yang juga generasi ketiga untuk menjalankan acara ini. Alhamdulillah berjalan dengan baik,” ujar Muhammad.
Upacara berlangsung khidmat dan melibatkan sejumlah keluarga besar serta rumpun perjuangan yang berada di bawah naungan PKB-PPK. Mereka antara lain MASTRIP, II-17, III-17, TGP, Siliwangi, SA/CSA, MASTEPE, TP Kedu Selatan, IMAMUDA, Subter, Ronggolawe, dan Menwa.
Sejumlah komunitas kejuangan, komunitas bela negara, serta sekolah di sekitar Tugu Proklamasi turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Mempertemukan Dua Generasi
Salah satu bagian penting dalam peringatan tahun ini adalah keterlibatan pelajar dalam pasukan pengibar bendera. PKB-PPK berkolaborasi dengan SMA Negeri 35 Jakarta dalam menyiapkan Paskibra.
Para pelajar berdampingan dengan cucu dan cicit keluarga besar PKB-PPK. Pertemuan tersebut memperlihatkan bagaimana semangat perjuangan dari generasi sebelumnya coba diteruskan kepada anak-anak muda.
Mereka yang lahir dari keluarga pejuang kini berdiri bersama pelajar yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan budaya digital. Dua generasi dengan pengalaman berbeda itu bertemu di bawah bendera Merah Putih.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi cara PKB-PPK memperkenalkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda. Kemerdekaan tidak hanya dipahami sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai tanggung jawab yang harus diteruskan.
Dalam pelaksanaan kegiatan, PKB-PPK bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Sejak 2008 hingga 2026, Tugu Proklamasi menjadi tempat bagi keluarga besar pelajar pejuang kemerdekaan untuk kembali berkumpul setiap 17 Agustus. Tempat yang dahulu menjadi bagian dari sejarah lahirnya Indonesia itu kini menjadi ruang untuk mengingat kembali panjangnya perjalanan bangsa.
Kemerdekaan, bagi mereka, bukan sesuatu yang datang begitu saja. Ada perjuangan, pengorbanan, dan sejarah panjang yang mengantarkan Indonesia sampai pada usia 81 tahun.
Karena itu, pesan yang dibawa dalam setiap peringatan bukan semata mengulang upacara setiap tahun. Ada upaya untuk memastikan nilai perjuangan tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Bentuk perjuangan pun dinilai telah berubah. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan, kini perjuangan dapat diwujudkan melalui menjaga persatuan, membangun kerukunan, bergotong royong, serta ikut membangun negeri.
“Sebagai bangsa Indonesia kita bisa bersatu, gotong royong membangun negeri ini dengan baik. Dan akhirnya kembali lagi dari rakyat dan untuk rakyat,” ujar perwakilan PKB-PPK.
Di usia kemerdekaan yang ke-81, harapan mereka sederhana: Indonesia semakin jaya, rukun, dan guyub.
Sebab merayakan kemerdekaan bukan hanya tentang mengibarkan bendera. Lebih dari itu, kemerdekaan juga tentang kesediaan untuk tetap berdiri bersama di bawah Merah Putih dan meneruskan apa yang telah diperjuangkan generasi sebelumnya. (BRLY) **







