Seperti Secangkir Teh, Maya Septha Meracik Refleksi Hidup dalam Buku Perdananya

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Seperti secangkir teh hangat yang menemani percakapan panjang, Maya Septha mengajak pembaca duduk sejenak, menenangkan diri, lalu merenung. Aktris dan ibu tiga anak itu pada Sabtu, 13 September 2025, bertepatan dengan ulang tahunnya ke-39, meluncurkan buku perdananya berjudul Secangkir Teh Maya. Buku ini berisi refleksi tentang mencintai diri sendiri, berdamai dengan luka masa lalu, hingga seni merawat pernikahan selama lebih dari satu dekade.

Peluncuran berlangsung hangat. Maya mengajak para tamu berbagi pengalaman tentang pernikahan, bahkan mencairkan suasana dengan gurauan kepada audiens yang masih lajang. “Nggak apa-apa belum menikah. Kadang justru lebih enak, masih bisa jalan sendiri tanpa perlu diskusi panjang sama pasangan. Tapi jangan khawatir, semua ada waktunya. Sama kayak teh, harus diseduh pelan-pelan. Kalau buru-buru, malah nggak enak,” katanya sambil tersenyum.

Judul Secangkir Teh Maya dipilih bukan tanpa alasan. “Hidup itu seperti menyeduh teh. Nggak bisa instan. Harus sabar menunggu aromanya keluar, baru kita bisa menikmatinya. Kadang pahit, kadang manis, tapi selalu menenangkan. Begitu juga pernikahan. Ada prosesnya, ada masa-masa sulit, ada momen diaduk supaya rasa terbaiknya keluar,” ujar Maya, disambut tepuk tangan para hadirin.

Selama ini Maya dikenal lewat media sosial sebagai sosok yang kerap membagikan pemikiran seputar kehidupan dan relasi. Kali ini, ia menuangkannya dalam bentuk buku yang lebih intim. “Saya ingin pembaca merasa seperti sedang duduk santai sambil menyeruput teh, ngobrol jujur, dan bertukar pengalaman. Bukan seperti membaca nasihat dari atas panggung, tapi obrolan setara dari hati ke hati,” katanya.

Proses kreatif penulisan buku berlangsung panjang. Maya menulis di sela-sela kesibukan syuting, saat menunggu anak pulang sekolah, atau larut malam ketika rumah kembali tenang. “Nulis itu buat saya kayak seni, nggak bisa dipaksa. Harus nunggu mood dan insight datang. Kadang mandek berbulan-bulan, lalu tiba-tiba mengalir begitu saja. Dan itu justru yang bikin tulisan lebih jujur, lebih hidup,” ujarnya.

Dukungan keluarga, terutama suami, menjadi kunci utama hingga buku ini terbit. “Kalau suami bilang jangan, saya nggak jalan. Tapi karena dia percaya saya bisa, bahkan mendorong, akhirnya saya berani menyelesaikan buku ini. Dukungan dia priceless banget. Rasanya kayak punya partner yang selalu bilang: ayo, teruskan, aku ada di sini,” tutur Maya dengan mata berkaca.

Secangkir Teh Maya hadir dalam dua edisi: Self Love & Relationship serta Marriage. Pada bagian pertama, Maya berbagi pengalaman berdamai dengan masa lalu, membangun pondasi diri, hingga keberanian membuka hati. Bagian kedua merekam perjalanan rumah tangganya selama 13 tahun—dari rasa takut menikah akibat trauma perceraian orang tua, hingga proses belajar lewat kelas-kelas konseling dan seminar pernikahan.

“Tidak pernah terpikir sebelumnya, rasa takut saya justru bisa jadi bahan buku tentang pernikahan. Bahkan rasa sakit dan kekhawatiran di masa lalu bisa Tuhan ubah jadi berkat untuk masa depan. Jadi saya percaya, tidak ada pengalaman yang sia-sia. Semua bisa dipakai untuk menguatkan kita dan orang lain,” tulisnya dalam buku itu.

Maya menekankan bahwa pernikahan bahagia hanya mungkin terbangun jika dua orang yang sudah berdamai dengan dirinya sendiri memutuskan berjalan bersama. “Kalau kita sendiri masih penuh luka, pasangan kita pun akan sulit. Tapi kalau kita sudah pulih, kita bisa saling menopang. Pernikahan itu bukan soal menemukan orang sempurna, tapi tentang dua orang yang mau sama-sama belajar,” ujarnya.

Di penghujung acara peluncuran, Maya menyampaikan harapan besarnya. “Pernikahan itu nggak gampang. Ada naik turunnya. Tapi bisa kok dijalani. Pesan saya: jangan takut. Susah, tapi bisa. Semoga buku ini jadi teman, entah buat yang sudah menikah, sedang mempersiapkan diri, atau sekadar butuh pengingat untuk mencintai diri sendiri,” katanya sebelum menutup acara.

Buku Secangkir Teh Maya mulai tersedia di toko buku dan sejumlah marketplace sejak Sabtu, 13 September 2025.**

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *