Ade Govinda Gandeng Gloria Jessica di “Terbelah Jadi Dua”, Eksplorasi Emosi Menuju Album Blue

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Kolaborasi antara Ade Govinda dan Gloria Jessica dalam lagu “Terbelah Jadi Dua” menjadi titik awal dari proyek yang lebih besar: sebuah album bertajuk Blue. Single yang dirilis pada 17 April 2026 ini mengangkat tema pengkhianatan dalam hubungan dengan pendekatan emosional yang kuat dan minim ornamen musikal.

Ade Govinda mengatakan, lagu tersebut bukan karya baru. Ia telah menulisnya sejak beberapa tahun lalu, namun baru menemukan penyanyi yang dianggap mampu menyampaikan kedalaman emosinya.

“Lagu ini sudah lama ada, tapi saya tidak ingin terburu-buru memberikannya ke sembarang penyanyi. Ada kebutuhan akan karakter suara yang spesifik, yang bisa menyampaikan luka tanpa harus berlebihan. Di situ saya merasa Gloria adalah jawabannya,” ujar Ade dalam wawancara eksklusif, Jumat, 17 April 2026.

Ketertarikan Ade terhadap Gloria Jessica bermula sejak ia mendengar lagu “Dia Tak Cinta Kamu” sekitar 2017. Ia mengaku langsung terkesan dengan warna suara dan penjiwaan yang dinilai jarang dimiliki penyanyi lain.

“Saya ingat betul, waktu itu saya memutar lagu itu berulang-ulang. Bukan hanya soal teknik vokal, tapi bagaimana dia menyampaikan pesan. Dari situ saya sudah berpikir, suatu saat harus ada lagu saya yang dia nyanyikan,” kata Ade.

Dari Single Menjadi Album

Pertemuan kembali keduanya pada 2025 menjadi momentum yang menghidupkan kembali rencana lama tersebut. Awalnya, kolaborasi ini hanya dimaksudkan untuk satu lagu. Namun, proses rekaman justru membuka kemungkinan yang lebih luas.

“Setelah masuk ke studio dan mendengar hasil vokalnya, saya merasa satu lagu tidak cukup. Ada chemistry yang jarang terjadi. Dari situ muncul gagasan untuk membuat album penuh dengan tema yang konsisten,” ujar Ade.

Album Blue dirancang sebagai kumpulan lagu dengan spektrum emosi yang seragam, yakni kesedihan, kehilangan, dan patah hati. Ade menyebut konsep ini terinspirasi dari kecenderungan pendengar yang ingin berada dalam satu suasana emosional saat menikmati album.

“Sering kali orang ingin tenggelam dalam satu emosi ketika mendengarkan musik. Kalau emosinya berubah terlalu cepat, pengalaman mendengarnya jadi terputus. Itu yang ingin kami jaga di album ini,” katanya.

Menjaga “Rasa” sebagai Inti

Bagi Gloria Jessica, proyek ini menjadi ruang untuk kembali menegaskan kekuatan utamanya sebagai penyanyi: penjiwaan. Ia mengaku tidak banyak melakukan improvisasi teknis selama proses rekaman.

“Saya justru belajar untuk menahan diri. Tidak semua hal harus ditunjukkan secara teknis. Yang lebih penting adalah bagaimana rasa itu sampai. Itu juga yang terus diingatkan oleh Kak Ade selama proses produksi,” ujar Gloria.

Ia juga mengingat momen pertama kali mendengar lagu tersebut, yang tidak disajikan dalam bentuk demo, melainkan langsung dimainkan oleh Ade dengan gitar.

“Biasanya kan kita dengar demo rekaman. Tapi waktu itu beliau langsung main gitar dan menyanyikan. Dari notasi pertama, saya sudah merasa lagu ini ‘bicara’. Ada kejujuran di situ yang sulit dijelaskan,” katanya.

Pendekatan Musik yang Lebih Minimalis

Dalam aransemen, Ade Govinda memilih pendekatan yang lebih minimalis. Ia mengurangi penggunaan drum konvensional dan gitar, serta lebih menonjolkan ambience dari keyboard dan lapisan suara lainnya.

“Radio sekarang sudah sangat penuh. Kalau semua instrumen dimasukkan, justru pesan lagunya bisa tenggelam. Jadi saya memilih untuk menyisakan ruang, supaya emosi lagunya bisa bernapas,” ujar Ade.

Ia menambahkan, pendekatan ini juga menjadi bagian dari eksplorasi musikal dalam album Blue, yang tidak hanya berisi lagu-lagu mellow, tetapi juga akan menyentuh nuansa Britpop.

Visual sebagai Perpanjangan Emosi

Selain aspek audio, keduanya juga memberi perhatian besar pada visual. Video musik “Terbelah Jadi Dua” yang disutradarai oleh Bagoes Tresna dirancang untuk memperkuat narasi emosional lagu.

“Visual bukan sekadar pelengkap. Ia menjadi perpanjangan dari rasa yang ada di lagu. Bahkan dalam beberapa bagian, visual bisa membuat pesan itu terasa lebih dalam, bahkan mungkin lebih ‘mengganggu’ secara emosional,” kata Gloria.

Harapan dan Proses yang Masih Berjalan

Hingga saat ini, proyek album Blue telah memasuki tahap rekaman tujuh lagu dan ditargetkan rampung dengan total sepuluh lagu. Meski tidak menetapkan target komersial tertentu, keduanya berharap karya ini dapat menemukan pendengarnya.

“Saya tidak ingin terlalu jauh memikirkan angka. Yang penting kami sudah jujur dalam berkarya. Kalau itu sampai ke pendengar, itu sudah lebih dari cukup,” ujar Ade.

Gloria menambahkan, lagu ini diharapkan bisa menjadi teman bagi mereka yang sedang berada dalam fase sulit.

“Kalau kamu sedang merasa sendiri, sebenarnya tidak. Lagu ini mungkin bisa jadi teman, setidaknya untuk memahami bahwa perasaan itu valid,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *